BizNews
Penghargaan untuk Peneliti Pada Acara 1st ASEAN Public Relations Regional Conference

22 Sep 2017


Foto: Naomi Jayalaksana

Dunia penelitian menjadi bagian integral dari pendorong kemajuan di segala bidang, tak terkecuali di dunia public relations (PR). Selama ini, para peneliti berkutat untuk menelisik sejauh mana bentuk-bentuk dan strategi komunikasi bisa berlangsung efektif dan membuahkan hasil yang diinginkan. Mengingat hal ini, 1st ASEAN Public Relations Regional Conference (APRC) menyelenggarakan The Call for Abstracts bertema Communicating ASEAN: Research and Practice.
 
Acara yang menjadi bagian dari APRC 2017 pada 20-23 September 2017 di The Trans Resort, Bali, Indonesia ini berhasil mengumpulkan 25 abstrak terbaik hasil pilihan tujuh reviewer yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang komunikasi media. Kemudian dipilih tujuh karya terbaik yang berhasil memenuhi 10 kualifikasi penelitian yang menjadi pertimbangan para reviewer, di antaranya relevansi topik abstrak dengan tema APRC, metodologi, bukti pendukung dalam penelitian yang sangat dapat diandalkan, dan hasil tafsiran analisis. Karya mereka, ini nantinya akan masuk ke Journal of Communication Management yang bergengsi. Berikut ini empat pemenang abstrak terbaik, plus tiga abstrak lainnya yang juga akan masuk ke dalam jurnal:

1. Dr. Philippa Mules - School of Communication studies, New Zealand
Judul: How is Activism Represented in Public Relations Text Books?
A Content Analysis of the Inclusion and Representation of Activism in Public Relations Text Books.

2. Gregoria Arum Yudarwati & Ignatius Agus Putranto - Universitas Atma Jaya, Yogyakarta
Judul: Participatory Development Communication: Between Achieving Government Development Target & Encouraging Community's Participation
(A case study in Renewable Energy Initiatives in Indonesia).

3. Rizka Vandya - Student of Postgraduate Programme, London School of Public Relations, Jakarta
Judul: Social News Site: People's Interest & Content Spreading.

4. Dr. Catherine Archer & Dr. Katharina Wolf - Curtin University & Murdoch University, Australia
Judul: Coming of Age in the DIgital Era: An Explanatory Trans-national Study into Australian and Singaporean PR Consultants' Attitude Towards Digital Communication.

5. Nurlaela (Head of Corporate Communications of Bio Farma & Student of Doctor Program of Faculty of Communications Science, Health Communication Studies at Padjajaran University, Bandung), Neneng Karlinah, Siti Setianti, Yanti Susilawati, Sri
Judul: Media and Public Communication Campaign on Health Issues: Managing Issue over Counterfeit Vaccines in Indonesia.

6. Bambang Purwanto - Deputy Chief Editor for International and Economic, News, the Indonesian news agency Antara and Student of Postgraduate Programme, London School of Public Relations, Jakarta
Judul: Inapproriate Use of Words "Jihadist" and "Islamist" in Western Media's Reports on Bombing Attacks: Dealing with Islamophobia, Defending Islam.

7. Naraya Mahendra Prastya - Communication Department, Faculty of Psychology and Socio-Cultural Sciences, Islamic University of Indonesia
Judul: The Need of Intercultural Communication Competence in Crisis Communication: Lesson Learned from Malaysia Airlines MH370.
 
Sebelumnya para peneliti mendapat penguatan teori dan teknis melalui kelas Workshop: How To Get Into Academic Journals. Kelas ini mendatangkan dua pakar yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Anne Gregory, mantan Pemimpin Redaksi Journal of Communication Management dan Guru Besar di University of Huddersfield, Inggris, dan Prof. Gregor Halff, Ketua Global Alliance yang membawahi bidang Public Relations & Communication Management, dan Wakil Dekan di Singapore Management University. (f)

Baca juga:
Ini Inovasi Google Untuk Memaksimalkan Internet Bagi Orang Indonesia, Mulai dari YouTube Go Hingga Primer (Aplikasi Bagi Pebisnis)
Dua Start-up Kesehatan Indonesia, Pasienia dan Reblood Menangi Trip ke Konferensi Tahunan Google
 


Topic

#konferensi, #APRC

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?