
Foto Dok. TETO
“Tahun ini Taiwan telah mencapai berbagai kemajuan, beberapa industri unggulan telah diakui dunia internasional,” ungkap John Chen dalam pidato pembukaannya. Hal ini ditandai lewat terobosan Pemerintah Taiwan dalam memprakarsai beberapa kebijakan produksi, di antaranya melalui pengembangan Asia Silicon Valley Center dan Asia Pacific Medical Development Center serta produk 5+2. “Bahkan, Taiwan berada di urutan ke empat yang menjadi pilihan tempat tinggal dan bekerja bagi orang asing,” lanjut John.
John juga mengungkapkan optimismenya terhadap hubungan bilateral antara Taiwan dan Indonesia. Terutama sejak berlakunya kebijakan New Southbound Policy. Dengan prinsip saling menguntungkan, Taiwan dan Indonesia meningkatkan kerjasana di bidang pertanian, investasi perdagangan serta pengembangan SDM.
“Di enam bulan pertama tahun ini, investasi Taiwan di Indonesia mencapai US$300 juta, dua kali lipat lebih besar dari tahun lalu. Tahun ini 69 warga Indonesia juga menerima beasiswa dari pemerintah Taiwan, jumlahnya naik dari tahun lalu yang baru 39 orang,” ungkap John menyebutkan beberapa kemajuan kerjasama Taiwan-Indonesia.

Foto Dok. TETO
Acara gala dinner ini berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan budaya. Di antaranya, demo kaligrafi oleh seniman kaligrafi asal Taiwan, Xiao Ji-Hui, pertunjukan tari aborigin oleh siswa Taipei School, pemutaran film dokumentasi tentang keindahan panorama dan budaya Taiwan, dan pertunjukan angklung oleh perkumpulan Taiwan ladies club Indonesia. Selain lagu Bengawan Solo, grup angklung ini juga memainkan lagu khas Taiwan Mei Hua, dan lagu Tomorrow Will Be Better. (f)


