BizNews
L'Oréal Hair & Skin Research Grant 2024, Dukungan untuk Memajukan Dermatologi Indonesia

1 Dec 2024

Selamat kepada para pemenang! Semoga hasil penelitiannya bisa segera diaplikasikan

Negara tropis di Indonesia memberikan tantangan tersendiri kepada penduduknya dalam merawat kesehatan kulit dan rambut; baik karena cuacanya maupun tingkat polusi yang cukup tinggi.

Tak heran jika catatan WHO menyebutkan bahwa Indonesia memerlukan setidaknya 4 ahli dermatologi atau dermatolog untuk setiap 100 populasi. Menurut catatan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), dermatolog di Indonesia sekarang berjumlah 2.441 untuk penduduk 281,16 juta jiwa. 

Artinya, Indonesia masih sangat kekurangan tenaga Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (SpDVE). Apalagi kebanyakan dari mereka berkonsentrasi di kota-kota besar, sehingga pendistribusian SpDVE kurang merata, khususnya pada daerah terpencil.

Melihat adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dermatolog di Indonesia, L'Oréal meluncurkan program Hair & Skin Research Grant. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah dermatolog dan kualitas pelayanan kesehatan kulit di seluruh Indonesia.

"Bagi kami para dokter, Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dan seluruh praktisi kesehatan, tentunya penelitian dapat membantu menjembatani masalah atau gap antara teori dan realitas yang dihadapi oleh para pasien kita," ungkap Dr. dr. Hanny Nilasari, Ketua Umum PERDOSKI, pada acara pengumuman pemenang Hair & Skin Research Grant 2024.

Hair & Skin Research Grant telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dermatologi di Indonesia sejak 2021, kerja sama antara L'Oréal, PERDOSKI, dan Universitas Indonesia. Dengan total dana hibah hampir Rp 1 miliar, program ini telah mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam perawatan kulit dan rambut.

Telah terpilih 5 tim pemenang Hair & Skin Research Grant 2024 yang berhasil mendapatkan pendanaan untuk penelitian mereka. Setiap tim terdiri atas 3-5 peneliti yang merupakan dokter, apoteker dan dari bidang teknik.

1/ Tim A mengembangkan teknologi untuk mendeteksi dan memantau psoriasis kulit kepala dan kerontokan rambut menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). 

2/ Tim B meneliti potensi minyak kelapa tradisional Aceh sebagai bahan aktif untuk sampo anti-ketombe. 

3/ Tim C mengembangkan face mist nanoemulsi dari campuran minyak kulit kayu mesoyi dan minyak bunga cempaka. 

4/ Tim D meneliti biomarker inflamasi yang berhubungan dengan alopecia areata dan diatesis atopic.

5/ Tim E berfokus pada penggunaan indeks melanin dan indeks eritema untuk menilai risiko tumor dan kanker kulit. 

Semoga hasil penelitian-penelitian ini bisa memberikan solusi baru dalam perawatan rambut dan kulit di Indonesia, dengan bahan-bahan dari kekayaan alam Nusantara. Selamat kepada para pemenang!
 

Siti Laela Malhikmah


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?