Beauty Trend
Legenda Parfum Nina Ricci L'Air Du Temps

11 Apr 2016


Sekitar tahun 1948, tepatnya pasca Perang Dunia II, Robert Ricci terinspirasi untuk mencipta wewangian yang bisa memberi keharuman pada wanita yang memakainya lewat aroma sensual dan menggoda yang sangat lembut. Hingga kemudian lahirlah L’Air du Temps yang terkenal hingga sekarang. Menurutnya, wewangian ini sengaja ia ciptakan untuk menghadirkan kembali citra wanita yang feminin setelah Perang Dunia II usia. Untuk menghadirkan wewangian dengan aroma sebagaimana ia bayangkan, Ricci bertukar pikiran dengan Francis Fabron, seorang perfumer. Fabron bahkan urun ide untuk menambahkan benzyl salicylate ke dalam komposisi yang berfungsi “memperlembut” aroma yang dihadirkan dari natural bouquet yang terdiri dari jasmine, rose, gardenia dan spicy carnation.

Saat akan diluncurkan, Ricci menyatakan pendapatnya bahwa wewangian adalah wujud karya seni, sehingga obyek yang menjadi wadah untuk wewangian pun harus berwujud masterpiece. Karena itulah Nina Ricci L’Air du Temps menjadi produsen wewangian yang pertama kali menggunakan kristal sebagai botol wewangian. Robert Ricci kembali menjadi dalang di balik desain botol wewangian dengan dua burung dara. Untuk mewujudkannya, ia bekerjasama dengan Marc Lalique. Desain botol yang unik dan aroma yang klasik, faktanya menjadi bukti nyata sekaligus saksi bisu keberhasil Nina Ricci menghadirkan wewangian yang mampu bertahan dalam dua abad. Bahkan desain botol wewangian ini memperoleh penghargaan “Perfume Bottel of the Century” pada tahun 1991. Baru-baru ini, bentuk botol dengan dua burung dara didesain ulang oleh Philippe Strack untuk menghasilkan desain kesaman yang lebih modern dan berdimensi baru dengan tetap mempertahankan keunikannya.(f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?