Beauty Trend
Baca Ini Dulu Sebelum Melakukan Bedah Estetika

31 Mar 2026

Wanita Asia ingin operasi plastik harmonis natural tetap beridentitasKonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetika lebih dulu sebelum mengoreksi wajah. Foto ilustrasi: Canva


Di era ketika klinik estetika menjamur di setiap sudut kota, keputusan untuk mengubah penampilan melalui operasi plastik bukan lagi hal tabu.

Namun, di balik keinginan tampil lebih percaya diri, ada risiko besar jika kamu tidak memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau tidak dilakukan dalam operasi plastik.

Menurut dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin., Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik RS Pondok Indah – Pondok Indah, Jakarta, keinginan memperbaiki diri bukanlah hal baru.

“Sejak zaman dulu manusia sudah paham bahwa ada sesuatu yang namanya beauty, keindahan, kecantikan. Zaman dulu, 130 BC, ada patung Venus Gemayel, menggambarkan Aphrodite, goddess of love and beauty. Yunani kuno mengekspresikan beauty dari segi seni. Kemudian era Renaissance, 1490 AD, Da Vinci menggunakan matematika dan anatomi untuk mencari golden ratio,” ujar dr. Alexander membuka diskusi media bersama RS Pondok Indah, pada 30 Maret 2026.

Konsep kecantikan pun terus berevolusi. Kini, kita memasuki era personalized proporsition, ketika setiap ras bahkan setiap orang bisa memiliki standar kecantikannya sendiri.

Fenomena estetik bukan sekadar tren

Tahun 2024 mencatat lonjakan prosedur estetik di seluruh dunia. Banyak orang melakukan prosedur operasi hingga 17,5 juta prosedur. Dan prosedur non-bedah (botox, filler) mencapai angka 20,5 juta prosedur.

“Artinya, estetik bukan hanya sekadar tren di media sosial. Ini sudah menjadi fenomena global. Masyarakat sekarang lebih open, lebih menerima perbaikan pada estetik,” jelas dr. Alexander.

Yang menarik, Asia menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat (>6% per tahun), melampaui negara-negara Barat. Bahkan, inovasi seperti Asian rhinoplasty dan Asian blepharoplasty kini menjadi standar emas untuk pasien Asia.

Bukan ikut-ikutan selebritas

Sebuah survei di Tiongkok, Korea, Jepang, Australia, dan Taiwan mengungkapkan, beberapa alasan pria dan wanita melakukan prosedur operasi plastik di antaranya:
- Self-confidence: 56%
- Self-investment: 36%
- Ikut selebritas: 1%-5%
-Tekanan pasangan: 2%-8%
 
dokter alexander spesialis bedah plastik dari RSPIMenurut dr. Alexander, mayoritas orang Asia ingin tampilan luar selaras dengan inner beauty. Foto: Dok. Femina

Cek ini dulu!

Jika kamu sudah mantap ingin melakukan operasi plastik atau bedah estetik, 10 hal ini wajib dilakukan supaya tidak menyesal belakangan.

1/ Pilih klinik di rumah sakit terakreditasi
“Kita harus mengubah mindset bahwa rumah sakit bukan hanya untuk orang sakit. Rumah sakit menawarkan area steril, lengkap obat, lengkap fasilitas. Kalau ada kenapa-kenapa, ada dokter anestesi, ICU, HCU. Sayangnya, untuk faktor safety ini jarang dipikirkan pasien,” ujar dr. Alexander.

2/ Pahami konsep harmoni wajah
Menurut dr. Alexander, kecantikan tidak ditentukan oleh satu fitur. “Yang membuat hasil mahal, tampil segar, dan natural adalah keseimbangan antara semua bagian, mulai dari hairline, mata, hidung sebagai titik pusat, hingga lower thirds (pipi, bibir, rahang, leher).”

3/ Pilih teknik sesuai anatomi Asia
Untuk rhinoplasty (operasi hidung), ada tiga pendekatan yang bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik, di antaranya:
- Silicon implant – memungkinkan perubahan paling signifikan
Cartilage rhinoplasty (dengan tulang rawan dari tubuh pasien sendiri) – paling aman, tanpa bahan asing
Hybrid rhinoplasty – kombinasi penggunaan silikon dan tulang rawan untuk hasil hidung mancung namun tetap aman.

Untuk blepharoplasty (operasi mata), prinsipnya, “Jangan menghilangkan identitas unik orang Asia. Tetap terlihat sebagai orang Asia, tapi lebih menarik dan energik,” pesan dr. Alexander.

4/ Tanyakan masa pemulihan (recovery time)
Menurut dr. Alexander, tindakan rhinoplasty, blepharoplasty, dan facelift biasanya membutuhkan masa pemulihan sekitar 1 minggu bengkak, dan 3 hingga 4 minggu untuk kembali ke normal.

Sementara untuk hair transplant, umumnya butuh 1 bulan pertama rambut rontok (shock loss), bulan ke-3 mulai tumbuh, bulan ke-6 padat, 1 tahun hasil penuh

5/ Pertimbangkan regenerative plastic surgery
Teknil terkini seperti cell-assisted lipotransfer (memanfaatkan stem cell dari lemak sendiri) dan laser liposuction, yang bisa memberikan hasil lebih alami dan tahan lama.

6/ Jangan pilih klinik abal-abal demi harga murah
Untuk hair transplant, sekarang banyak orang mengklaim bisa mengerjakan. “Pastikan sterilitasnya. Alasan pertama kegagalan hair transplant biasanya adalah akibat infeksi karena sterilitas yang buruk,” ujar dr. Alexander.

7/ Jangan berharap hasil seperti selebriti asing
Anatomi orang Indonesia berbeda dari Oriental (Cina, Jepang, Korea). Teknik operasi mata untuk orang Indonesia tidak bisa disamakan dengan orang Korea.

8/ Pertimbangkan risiko penuaan jangka panjang
Facelift modern memang bisa bertahan selama 15-20 tahun, tapi penuaan akan tetap berlangsung. Sementara blepharoplasty dan rhinoplasty dengan cartilage bersifat permanen (asalkan tanpa komplikasi).

Hair transplant juga permanen karena rambut di area donor (belakang kepala) akan tumbuh seumur hidup.

9/ Jangan terobsesi pada satu fitur saja
“Prosedur terbaik adalah yang paling tepat. Ini tentang kualitas, bukan kuantitas. Hasil yang baik harus natural, proporsional, dan aman,” pesan dr. Alexander.

10/ Jangan lupa konsultasi holistik
Sekarang sedang ramai pembahasan holistic medicine di media sosial, dr. Alexander menegaskan bahwa kecantikan wajah juga terkait dengan hormon dan kesehatan internal. 

Operasi plastik modern bukan lagi sekadar mengubah penampilan, melainkan sebuah perjalanan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Dengan memahami prinsip sebelum melakukan koreksi wajah, risiko kegagalan dapat ditekan secara signifikan.

Pastikan alasan untuk melakukan koreksi wajah bukan sekadar mengejar kecantikan sesaat, tetapi juga keamanan jangka panjang dan identitas diri yang tetap utuh. (f)

Baca juga:
3 Inspirasi Potongan Rambut Pendek Anti-Gerah
3 Hal Penting untuk Dilakukan Ketika Cuaca Nggak Bersahabat
3 Tip Super Simpel Bikin Tangan Nggak Kering

 

Laili Damayanti


Topic

#OperasiPlastikAman, #TransformasiDiri

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?