
Foto: Dok. Freepik
Kian hari, perkembangan teknologi dalam bidang kecantikan semakin maju. Peralatan penunjang kecantikan atau beauty gadget yang bisa digunakan di rumah sedang naik daun, mulai dari versi manual hingga elektrik. Ini jadi semacam solusi perawatan kecantikan pada saat kunjungan ke salon atau klinik kecantikan terbatasi oleh pandemi. Lantas bagaimana pembaca Femina melihat kehadiran bermacam beauty gadget ini? Berikut hasil polling di femina.co.id pada Juni 2021.
1. 65% responden punya beauty gadget
Ya! Lebih dari 50% responden mengaku memiliki beauty gadget. Angka yang cukup tinggi tidak mengherankan mengingat begitu banyaknya berbagai penawaran dari e-commerce, sosial media, ataupun ulasan di berbagai media.
Tak sekadar memilikinya, 24% responden menggunakan beauty gadget mereka setiap hari. Namun kebanyakan menggunakannya 1 kali dalam sebulan yaitu 24%. Frekuensi penggunaan tentunya terpengaruh bentuk dan fungsi beauty gadget yang dimilik. Seperti LED Mask misalnya, memang tidak boleh terlalu sering digunakan. Sebaliknya, face roller dapat digunakan setiap harinya.
2. Beauty gadget elektrik dinilai lebih ampuh
Sebanyak 53% responden merasa beauty gadget elektrik lebih ampuh efeknya dibandingkan yang manual. Apa saja beauty gadget yang dimiliki responden?
Untuk beauty gadget non elektrik, 24% responden memiliki sikat lembut untuk wajah, face roller menempati posisi kedua sebanyak 18%, dan 12% memilih menggunakan masker mata yang bisa digunakan berulangkali.
Sementara untuk beauty gadget elektrik, jenis terbanyak yang dipilih responden (24%) adalah pemijat wajah otomatis, disusul disusul dengan pembersih wajah elektrik (19%) lalu setrika wajah (14%).
Kekurangan dari beauty gadget elektrik untuk pemakaian di rumah ini menurut mayoritas responden Femina adalah adanya keharusan mengganti baterai secara rutin. Da kekhawatiran ketergantungan pada alat-alat ini.
3. Pengaruh positif beauty gadget pada kulit
Lebih dari 50% responden mengaku akan adanya peningkatan dan pengaruh positif hasil penggunaan beauty gadget pada keadaan kulit wajah mereka. Sementara 15% mengatakan tidak merasa ada hasil signifikan. Mereka lebih percaya perbaikan pada kulit mereka lebih dipengaruhi produk perawatan kulit yang mereka gunakan dan bukan dari beauty gadget ini. Sebanyak 14% responden lebih percaya penggunaan beauty gadget atau alat-alat kecantikan yang tersedia di salon atau klinik kecantikan.
Uniknya, 30% responden mengaku tidak merasa produk beauty gadget yang mereka punya bermanfaat bagi kulit mereka, namun karena rasa perasaan nyaman saat digunakan, mereka memutuskan untuk tetap menggunakannya. (f)
Baca Juga
Wanita dan Lipstik
Ask The Expert: 9 Rahasia Kecantikan Dari Cina
5 Tren skincare 2021 Kemasan Refill Sampai Anti Blue Light
Topic
#FeminaBeauty, #BeautyGadget


