Mungkin benar bahwa Whitney Houston begitu mencintai dan mendukung suaminya, Bobby Brown, bahkan di saat-saat terburuk dalam hidupnya. Ia mengikuti ke mana saja Bobby pergi, termasuk ke Jakarta, tak berapa lama setelah film The Bodyguard meraih sukses luar biasa, termasuk di Asia. Tahun 1992, Bobby Brown mengadakan konser di Jakarta Convention Centre. Beredar kabar, Whitney ada dalam rombongan. Saat itu popularitas Whitney Houston benar-benar sedang di puncak, jauh di atas nama Bobby. Saya yang saat itu bekerja sebagai wartawan di majalah GADIS, ditugaskan meliput dan memotret konser tersebut. Seperti biasa, pada konser artis internasional, fotografer hanya diizinkan memotret pada 3 lagu pertama. Setelah itu semua fotografer akan digiring ke luar ruangan untuk menitipkan kamera sebelum diizinkan kembali masuk ke ruangan. Saat itu, naluri wartawan saya yang menang. Bukannya ke luar ruangan, saya justru berusaha menyelinap ke tengah penonton, dengan kamera di tangan. Dan saya berhasil. Niat saya satu, harus mendapatkan foto Whitney di panggung. Risikonya besar: kalau ketahuan petugas keamanan, kamera akan disita (sementara) dan bisa jadi rol film di dalamnya juga akan diambil. Wah, kalau itu terjadi, saya malah akan kehilangan semua foto, termasuk foto Bobby Brown di 3 lagu pertama.
Benar saja, di tengah konser, Whitney Houston muncul! Suara penonton pun bergemuruh, tak menyangka bakal dapat bonus menyaksikan sang diva di atas panggung. Penampilan diva itu sangat sederhana, hanya mengenakan pakaian kasual warna putih - abu-abu. Rambutnya yang pendek diberi bandana hitam seadanya. Tapi, tentu saja, ia tetap Whitney Houston!
Di atas panggung, pasangan suami-istri ini memperlihatkan kemesraan luar biasa. Sambil berduet menyanyikan lagu Something in Common, mereka berpelukan dan berciuman mesra. Kemesraan di panggung itu sempat saya abadikan dari jauh di tengah kerumunan penonton. Tentu saja sambil jantung berdegup kencang karena tahu saya sudah melanggar aturan. Walaupun posisinya tidak menguntungkan dan hasilnya tidak terlalu bagus, rasanya tak banyak fotografer lain dapat mengabadikan momen bersejarah itu. Foto sederhana yang saya upload di twitter pada hari Minggu siang, 11 Februari 2012, ini sudah di-view sebanyak 47.258 kali pada hari Minggu malam saat tulisan kecil ini saya tulis. Dunia begitu mencintainya. (Cipta Panca Laksana, Kontributor - Jakarta)


