Selain memberikan inspirasi, IKEA, toko peralatan rumah tangga asal Swedia di Alam Sutera, Tangerang, juga menjadi pionir dalam mengenalkan konsep do-it-yourself (D.I.Y) bagi masyarakat Indonesia. Dalam tren ini, pengunjung harus memilih, mengambil barang, dan merakitnya sendiri di rumah.
“Awalnya, ada kekhawatiran akan penerimaan konsep tersebut, namun ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan pengunjung toko kami bukan hanya dari Jabodetabek, namun juga dari Bandung, Surabaya, bahkan Bali,” papar Mark Magee, General Manager IKEA Indonesia. “Dalam kurun waktu satu tahun, IKEA menerima kunjungan rata-rata sebanyak 5.000 pengunjung tiap harinya, atau 2,5 juta dalam setahun,” tambah Mark.
Sesuai visinya yang ingin menciptakan kehidupan lebih baik bagi banyak orang, IKEA pun tak hanya memanjakan penggemar produk bernuansa Skandinavia, tapi juga berbagi lewat berbagai program CSR (Corporate Responsibility) salah satunya Blue Bag Project. Sebuah program berupa pembelian ‘blue bag’ oleh pengunjung, di mana hasil penjualannya 100% disumbangkan untuk membangun septic tank bagi masyarakat di kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Program yang dimulai bersamaan dengan pembukaan toko IKEA Alam Sutera tersebut kini telah memasan 84 septic tank di wilayah tersebut.
Memasuki tahun kedua, IKEA akan terus menghadirkan ide inspirasional dan solusi untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik di rumah bagi masyarakat Indonesia. Antara lain, lewat peluncuran catalog IKEA 2016 yang menghadirkan aneka produk perabotan yang tetap ditawarkan dengan harga terjangkau. “Ke depannya, kami mempertimbangkan untuk bisa menambah toko agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, namun saat ini, mengutamakan dan meningkatkan pelayanan dan operasional di toko pertama ini, masih menjadi fokus kami,” tutup Mark. (f)
Berlianti Savitri


