Tya Ariestya (29) tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat femina hendak memotret dan mewawancarainya di studio femina, beberapa waktu lalu. “Untuk pertama kalinya saya jadi model sampul. Akhirnya pecah telor!” candanya, dengan wajah berseri-seri. Tya mengawali kariernya di dunia hiburan setelah terpilih sebagai salah satu finalis pemilihan Gadis Sampul pada tahun 2001. Ia setidaknya telah membintangi 4 judul film dan 8 FTV serta sinetron, di antaranya Sebelah Mata, Cookies, Artis Masuk Desa, Rahasia Bintang, dan Seperti Rumah Pohon.
Fokus Memandu Acara
Menjadi presenter di tiga stasiun TV sekaligus cukup menyita waktu Tya, sebab program acara yang ia bawakan adalah program rutin. Maka, wajar bila setelah berperan sebagai Alia dalam film I Love You Masbro (2012), wajahnya tidak lagi menghiasi layar lebar. Sekarang ini, ia memandu acara di Kompas TV, iNews TV, dan Rajawali TV, dan terkadang juga menjadi MC di acara-acara pernikahan bila tidak ada jadwal syuting.
Tawaran main film juga terus datang, tapi ia terpaksa menolak karena sadar bahwa tidak bisa membagi waktu. “Syuting film membutuhkan waktu yang banyak, sulit bagi saya menjalankan dua-duanya. Apalagi sekarang saya sudah berkeluarga. Saya tidak mau egois,” ujarnya, tegas.
Membawakan program acara memang bukan hal baru bagi Tya, sebab sejak tahun 2008 hingga 2010 lalu ia sudah mulai menjadi host bersama Gading Marten di acara Maju Terus Pantang Mundur yang disiarkan Trans TV. Dua tahun kemudian, ia dipercaya untuk memandu acara Main Main Kata di Global TV bersama Lionil Hendrik.
Dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya, Tya bercerita, awalnya ia tidak memiliki keinginan menjadi presenter karena merasa tidak memiliki kemampuan di bidang itu. Tetapi, karena banyak yang mendorongnya, ia pun nyemplung. “Teman-teman yang menyarankan, karena mereka melihat saya suka ngoceh. Ha…ha…ha…,” katanya.
Tampil di depan kamera membawakan acara secara langsung atau tidak, memang tidak mudah. Dibutuhkan pengetahuan dan perbendaharaan kata yang banyak. Lalu Tya pun mengasah kemampuan secara autodidak.
Satu hal yang tidak pernah ia lewatkan saat memandu sebuah acara yaitu bertanya dan berdiskusi dengan partner. Ia pernah belajar dari mendiang Olga Syahputra untuk memandu acara-acara remaja atau acara yang banyak diselingi lawakan. Untuk yang lebih serius, seperti acara olahraga, ia belajar dari Choky Sitohang dan Irgy Ahmad Fahrezy.
Begitu juga saat ia pertama kali terjun ke dunia hiburan pada tahun 2002 lalu, kala terlibat dalam sinetron Cinta Anak Kampus. Ia hanya seorang remaja, yang aktif sebagai atlet taekwondo dan alumnus Gadis Sampul, tidak memiliki kemampuan apalagi pengalaman tentang akting. Di bidang ini, ia juga memulai dari nol, bekerja sambil belajar. “Hari pertama ke lokasi syuting, saya hanya bisa tidur karena disuruh apa-apa saya tidak bisa,” kenang Tya.
Melihat dirinya memiliki potensi dan bakat sebagai calon bintang, maka dengan penuh kesabaran mendiang Nasri Cheppy, sutradara sinetron, mengarahkan Tya dengan baik. Nasri juga meminta kepada aktor Zainal Abidin Domba untuk melatihnya secara khusus. “Nasri salah satu sutradara paling baik yang saya temui selama berkarier di dunia peran,” katanya.
Tya mengaku masih memiliki keinginan untuk bermain film lagi. Namun, ia tidak mau sembarangan. “Kalau bisa, saya hanya menerima tawaran main film action yang menampilkan bela diri,” ungkapnya.
Wanita kelahiran 30 Maret 1986 ini juga sempat menjadi atlet bela diri taekwondo yang berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan 8 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu yang telah ia raih dalam berbagai kejuaraan. Salah satunya adalah kejuaraan taekwondo Indonesian Open tahun 2000. Ia mulai menggeluti bela diri asal Korea itu sejak usia 12 tahun. Namun, seiring dengan perkembangan kariernya di dunia hiburan, di usia 17 tahun ia pun memutuskan untuk berhenti.
Di sela kesibukannya sebagai presenter di beberapa stasiun TV, ia juga sibuk menyosialisasikan taekwondo. Prestasi yang pernah ia raih dan statusnya sebagai public figure membuat pengurus besar taekwondo Indonesia mengangkatnya sebagai Duta Taekwondo tahun 2012 lalu. “Saya ikut menyosialisasikan bela diri taekwondo di beberapa sekolah internasional di Jakarta, dan beberapa cabang persatuan taekwondo,” ujarnya, sembari menambahkan, selain taekwondo, ia juga sudah mulai latihan muay Thai dan boxing sejak 2 bulan lalu.
Sebagai presenter profesional, Tya tidak pernah memilih-milih acara selama topiknya ia kuasai. Hanya, selama ini ia selalu diberi kepercayaan untuk membawakan acara bertema remaja dan olahraga. “Mungkin karena saya terlihat seperti masih ABG dan juga berlatar belakang atlet,” kata wanita penyuka musik jazz dan pop ini, tersenyum.
Kemampuan Tya di dunia hiburan memang tidak diragukan, namun ia mengakui bahwa dalam hal apa pun, seseorang tidak boleh berhenti belajar. Tya pun berencana mengasah kemampuannya memandu acara dengan menjadi penyiar radio. “Ada beberapa stasiun radio yang menawarkan, tinggal menentukan waktu yang tepat saja,” tuturnya. (DESIYUSMAN MENDROFA)



