Tanya:
Saya ingat, tiga tahun lalu saya mengenal pria itu di social media. Melihat foto dan statusnya, saya merasa suka. Kami lalu sering chatting. Dia mengatakan suka kepada saya, dan saya pikir itu basa-basi saja. Setelah beberapa bulan kenal, kami pun bertemu. Namun, setelah 3 kali bertemu, dia seolah menghindar. Telepon, SMS, e-mail, chatting mulai jarang dibalas, sampai akhirnya dia seolah menghilang. Sedih sekali rasanya, karena saya sudah mulai sayang. Saya trauma berkenalan dengan orang lewat dunia maya. Beberapa ajakan untuk kenalan pun saya tolak. Picikkah saya?
Jawab:
Masa kini pasangan bisa berkenalan di mana saja. Bagi pasangan yang berkenalan lewat dunia maya, sebaiknya bertemu muka secara nyata untuk mengenal si dia lebih dekat.
Tiap orang tentu ingin mendapat pasangan yang cocok, mendekati kriteria yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan penjajakan sungguh-sungguh. Dalam masa penjajakan inilah kedua belah pihak bisa saling mengenal kelebihan dan kekurangan pasangan dan dirinya sendiri.
Begitu juga jika Anda berkenalan lewat dunia maya. Bisa saja kedua pihak merasakan adanya daya tarik ketika masih berhubungan di dunia maya. Tetapi, setelah bertatap muka dan mulai mengenal lebih baik, semua terasa berbeda, sehingga salah satu atau keduanya mundur. Apa yang terjadi pada Anda menunjukkan bahwa Anda berdua bukan pasangan yang cocok dan ini tak perlu disesali berlarut-larut.
Bila sejak awal pria ini merasa tidak tertarik untuk meneruskan hubungan ini, maka tak ada gunanya mempertahannya. Anda mungkin merasa kecewa dan sedih, tetapi tak perlu berlarut-larut. Kondisi seperti ini sering terjadi sebelum Anda menemukan pasangan yang cocok. Jadi, jangan sampai ini membuat Anda menarik diri dari pergaulan atau takut untuk mencoba kembali. Bila Anda tak berusaha, sulit untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan.


