Career
Tip Mengikuti Pameran ala Asayani Batik

3 Jul 2012

Pameran adalah cara untuk memutarkan roda bisnis saya. Bahkan, saat saya berani melepaskan diri dari bisnis keluarga yang sudah besar dan bertekad untuk membuat brand sendiri dua tahun lalu, saya mengawalinya dengan membuat pameran tunggal dan mengikuti beberapa pameran. 

Biasanya, peminatnya tak berhenti saat pameran saja, mereka terus menghubungi untuk memesan produk lainnya. Misalnya, dari Inacraft 2012, pameran terakhir yang saya ikuti, saya sudah memproduksi sekitar 40 pesanan. Dan mereka terus minta dikirimi contoh-contoh produk baru.

Tak hanya itu, saya mendapat banyak peliputan media yang tertarik pada  produk saya. Ini adalah salah satu ajang promosi yang menguntungkan. Menyenangkannya lagi, berkat pameran pula, saat ini saya sedang proses kerja sama dengan pihak Alun-Alun Indonesia, yang ingin menampilkan produk saya di sana.

Tip:
1. Pelajari dulu siapa penyelenggara pameran dan di mana tempat diselenggarakannya pameran tersebut. Apakah sesuai dengan target market produk kita atau tidak. Jika ya, amati apakah pameran tersebut selalu ramai pengunjung atau tidak. Jangan sampai usaha untuk menjaring relasi dan untung menjadi sia-sia.

2. Jika pameran yang diikuti cukup besar, selalu persiapkan desain baru untuk kepuasan pelanggan. Biasanya, saya menyiapkan 6-12 desain baru untuk memancing pembeli.

3. Jika memungkinkan, pilihlah stan yang berada di hook dan dekat dengan pintu masuk. Hal ini akan membuat stan Anda dilirik banyak orang. 

4. Hias stan semenarik mungkin. Nama brand ditonjolkan dengan cara khusus, agar mudah dilihat dan diingat oleh pengunjung. Saya biasa membuatnya dari lampu putih dengan latar oranye. 

5. Berikan bonus khusus. Misalnya, untuk pembelian produk anak di atas Rp150.000 akan dapat satu buku mewarnai yang saya rancang khusus. 

6. Siapkan brosur dan kartu nama, masing-masing lebih dari 1.000 buah untuk membangun relasi. Saya juga menyiapkan sebuah LCD TV yang menampilkan foto dan video karya-karya saya. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?