Energy bar pertama kali muncul di supermarket Amerika Serikat akhir tahun 1980-an. Produk ini dijual di pasaran sebagai makanan yang dikonsumsi para atlet. Heidi Skolnik, ahli gizi dan pemilik Nutrition Conditioning, firma konsultan gizi di Amerika Serikat, membagi energy bar menjadi 3 jenis. Energy bar sebagai makanan penambah daya untuk olahraga (sport bar). pengganti makanan (meal), dan camilan (snack). Masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda.
Sport bar direkomendasikan untuk atlet sebelum dan sesudah olahraga. Beberapa merek sport bar yang terkenal antara lain PowerBar, Clif Bar, dan Gatorade Energy Bar. Sport bar biasanya mengandung 0-10 gram protein, 40-50 gram karbohidrat, 2-6 gram lemak, dan 200-500 kalori. Karakteristik sport bar memiliki kandungan karbohidrat tinggi, yang dapat dicerna dan diserap tubuh secara cepat. Jenis ini tidak memperlambat sistem pencernaan saat melakukan olahraga.
Sebagai pengganti makanan, energy bar sebaiknya mengandung 300 kalori, dengan 20 gram protein (per sajian), serta sekitar 3 gram atau lebih lemak. Sebagai pengganti makanan, biasanya produsen menambahkan rasa, seperti cokelat, vanilla, atau buah-buahan. Para ahli menyarankan untuk melihat kandungan bahannya, karena ini yang menentukan kualitas protein. Jika ingin protein lebih banyak, pilihlah energy bar yang mengandung kedelai, susu, dan telur.
Energy bar sebagai snack memiliki kandungan kalori antara 100-200 kalori (per sajian), protein 5-15 gram, karbohidrat 16-26 gram, dan 3-6 gram lemak. Kandungan ini hampir setara dengan 2 gelas susu. Jenis energy bar inilah yang paling mudah dan lazim ditemukan di supermarket di Indonesia.
Kemasannya yang praktis dan rasa yang enak, plus iming-iming lebih sehat, membuatnya digemari oleh orang aktif yang sibuk. Namun, dosen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MSi, menyarankan untuk berhati-hati mengonsumsi energy bar lebih dari sekali dalam sehari. Menurutnya, energy bar yang berfungsi sebagai pengganti makanan (meal) sebenarnya mengandung kalori di atas normal dari jumlah energi yang dikandung energy bar yang berfungsi sebagai snack.(DARIA RANI GUMULYA)


