Banyak teori diet yang harus dicermati sebelum diterapkan. dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, weight loss specialist dari Klinik LightHouse membahasnya. Teori: Tidak makan gorengan
Praktik:
Menghindari makanan gorengan mungkin saja membuat berat badan turun, namun bukan berarti Anda harus sama sekali menghindari lemak. Tubuh perlu lemak untuk menyerap vitamin A, D, E dan K. Apabila sama sekali tidak ada lemak yang masuk ke dalam tubuh, justru akan mengganggu penyerapan vitamin-vitamin tadi yang berefek pada kesehatan kulit dan kekentalan darah.
Teori: Menghindari konsumsi garam
Praktik:
Saat ini memang sedang gencar-gencarnya teori diet yang menghindari garam. Teori ini percaya bahwa dengan tidak mengonsumsi garam, maka air yang masuk ke dalam tubuh akan mudah dikeluarkan karena tidak ada zat yang mengikat.
“Dengan teori ini, mungkin saja berat badan seseorang dapat turun karena air di dalam tubuh tidak bertahan lama. Namun, perlu juga diketahui bahwa garam berfungsi untuk mengikat air agar persediaan cairan dalam tubuh tetap terjaga. Sehingga, seseorang tidak gampang dehidrasi,” ujar dr. Grace. Apabila cara ini terlalu dipaksaan, justru akan menyebabkan seseorang merasa pusing dan linglung karena kekurangan elektrolit, bahkan bisa berpengaruh pada kesehatan ginjal. (f)


