Health & Diet
Tempe vs Tahu

8 Jan 2015

Makanan ini selalu menjadi santapan sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang lezat, kedua makanan yang berasal dari kedelai ini juga kaya akan gizi dan protein. Meski sama-sama dari kedelai,  nutrisi tempe lebih tinggi dibandingkan tahu karena tidak mengandung air. Tempe adalah hasil dari proses peragian yang membuat protein kedelai itu dipecah oleh mikroba.
Mikroba itulah yang mengubah protein menjadi asam amino, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Proses peragian ini juga membuat nutrisi  tempe lebih terkonsentrasi, lebih padat, dan lebih banyak dibanding tahu.
Pakar gizi dan ahli makanan sehat alami, Wied Harry Apriadji, memberi tip. “Pilihlah tempe yang kedelainya pecah-pecah. Sebab, nutrisi yang terdapat pada tempe yang kedelainya hancur, justru lebih baik. Penetrasi kapang atau raginya ke dalam butiran kedelai  itu lebih efektif, sehingga proteinnya lebih banyak yang terpecah dibanding yang kedelainya utuh,” jelasnya.
    Berbeda dengan tempe, proses pembuatan tahu lebih banyak menggunakan air. Tahu tidak menggunakan kedelai secara utuh, hanya sarinya  yang diambil. Dengan proses pembuatan yang seperti itu, protein pada tahu jadi lebih sulit diserap dan dicerna oleh tubuh. “Namun, karena kedelai pada tempe utuh, maka purinnya juga cenderung tinggi sehingga bisa menimbulkan masalah jika dikonsumsi terlalu banyak oleh penderita asam urat,” ujar Wied.(f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?