Hampir selalu punya kekasih, membuat Anda merasa ada yang kurang bila menjadi single. Tunangan jadi meragukan kesetiaan Anda.
Menurut Irma Makarim, masyarakat kita terbiasa dengan lingkungan yang mengajarkan untuk bersosialisasi, punya banyak teman, atau menjadi bagian dari sesuatu. Tanpa disadari, ini mendorong kita membentuk kebiasaan untuk selalu atau banyak bersama dengan orang lain. Kebiasaan ini membuat Anda merasa lebih nyaman dengan kehadiran orang lain di sisi Anda. Tak ada yang keliru dengan ini, karena dalam keseharian kita saling membutuhkan, tetapi kita juga perlu belajar hidup sendiri.
Pikiran bahwa Anda tak sanggup lebih dari sebulan tanpa kekasih terjadi karena selama ini Anda membiasakan diri selalu didampingi seseorang. Sering kali kita menolak kesendirian dan berusaha mencari keramaian. Padahal, ini adalah waktu yang berharga untuk mendengarkan suara hati, mengenali keunikan, dan menemukan jati diri Anda. Saat sendiri, Anda mendapat kesempatan berharga untuk belajar mengenal dan memahami diri sendiri.
Dalam kesendirian Anda punya waktu untuk mengenali potensi diri, sehingga Anda dapat mengembangkannya semaksimal mungkin. Anda bisa menemukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dalam hidup ini, melihat ketertarikan Anda, dan menggali kreativitas. Lihatlah bagaimana kebanyakan artis, penulis, dan pencipta membutuhkan waktu untuk bisa sendiri tanpa ada gangguan dari luar untuk mendapatkan inspirasi mereka. Jadi, Anda tak perlu takut untuk sesekali membiarkan diri Anda dalam kesendirian, karena ini justru Anda perlukan.
Yakinkan diri sendiri dan kekasih bahwa Anda bisa sendiri dan tidak selalu harus bersama orang lain untuk menikmati hidup ini. Anda akan melihat bahwa sebenarnya banyak sekali yang bisa Anda dapatkan dari dalam diri.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, Anda cenderung memiliki kepribadian bergantung (dependent), dan tidak memberdayakan diri dengan kemandirian. Ada ragam alasan mengapa seseorang menjadi demikian, seperti enggan mandiri, takut dan cemas, atau alasan-alasan lain. Untuk memahaminya disarankan Anda menghubungi konsultan/ psikolog setempat.
Kecemasan ditinggal pasangan hidup dalam waktu tertentu merupakan hal yang biasa. Bagi sebagian orang, masa setahun adalah masa yang pendek, bagi orang lain merupakan masa yang amat panjang. Akan tetapi, masalah terbesar Anda adalah rasa ketidakberdayaan tanpa pasangan hidup. Hal inilah yang harus Anda atasi. Jika Anda tidak mampu menanggulanginya, kondisi tersebut akan menjadi masalah sepanjang hidup Anda. (f)


