Lebih dari lima puluh orang melakukan burpee bersama-sama di salah satu sisi pintu 8 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Keringat mengucur dari kening mereka, padahal udara malam itu cenderung berangin. Dengan napas tersengal-sengal, mereka berusaha mengikuti repetisi gerakan tersebut satu per satu. Meski begitu, ada juga yang memutuskan untuk beristirahat lebih awal, dan rebahan di atas matras masing-masing sembari menunggu rekan-rekan yang lainnya menyelesaikan satu set gerakan itu. Namun, mereka tak dibiarkan bersantai lama-lama. Di sela-sela hitungan coach yang memandu jalannya latihan, terdengar suara-suara yang menyemangati para peserta yang mulai patah semangatnya. “Tujuan awal mendirikan komunitas ini memang untuk olahraga sama-sama dan saling menyemangati,” ujar Opaz, salah satu founder dari komunitas yang awalnya bernama Freelethics ini.
Bersama ketiga temannya, Kris, Andien Aisyah, dan Ippe, Opaz membentuk group exercise yang berlatih menggunakan aplikasi bernama Freelethics. Kemudian, latihan berkembang, tak hanya menggunakan gerakan dari aplikasi tersebut, tapi juga gerakan olahraga lainnya.
Karena itu, Opaz lebih memilih menyebut group exercise yang telah terbentuk sejak Februari 2014 ini sebagai Sweat Camp. Nama itu diambil karena intensitas latihannya yang tinggi sehingga membuat siapa pun yang mengikutinya akan berkeringat. “Gerakan-gerakannya memang bukan gerakan baru, tapi dikemas berintensitas tinggi. Repetisi tiap gerakan banyak, sementara istirahatnya sedikit. Sehingga, pembakaran kalori lebih optimal,” jelas Opaz.
Dalam seminggu, grup ini berlatih dua kali: Rabu, pukul 19.30 – 21.00 di area Pintu 8 GBK, dan Minggu pukul 08.00 – 10.00 pagi di Taman Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam 1,5 jam, latihan dibagi menjadi tiga bagian. Sesi 1 kardio, sesi 2 strength, dan sesi 3 core. “Contohnya, di sesi 1, kami melakukan latihan kardio berupa jumping jacks, high knees, dan burpee. Tiap gerakan dilakukan selama 1 menit, dengan lama istirahat antara gerakan 10 detik. Setelah ketiganya selesai, istirahat selama 1 menit,” papar Opaz.
Sesi kedua atau strength dilakukan untuk melatih otot-otot tangan maupun kaki, seperti push up, archery push up, hingga squat. Kemudian, sesi ketiga dilakukan untuk melatih core atau otot sekitar perut, seperti plank, sit up, dan spider twist. “Baik sesi kedua maupun ketiga, fokus pada jumlah repetisi, misalnya tiap gerakan sebanyak 40 kali,” lanjutnya.
Menu latihan atau kombinasi gerakan yang dilakukan pada tiap latihan bervariasi, tergantung dari coach yang memimpin latihan atau suara terbanyak peserta. Bagi pemula, tak perlu khawatir, repetisi setiap gerakan dapat dikurangi dan waktu istirahatnya ditambah. Selain itu, akan ada anggota komunitas yang sudah lebih mahir yang akan berkeliling untuk membantu peserta baru. “Fokus utama kami terhadap peserta baru adalah tiap gerakan harus dengan benar agar efektif. Latihan akan percuma jika gerakannya tidak tepat karena tidak akan mengenai otot yang diincar,” jelasnya yang aktif mempromosikan kegiatan komunitasnya di media sosial ini.
Sesudah latihan, biasanya diadakan sharing session. Di sini, para peserta bisa bertanya lebih dalam atau meminta saran mengenai target olahraganya, misalnya mengenai pola diet atau gerakan-gerakan yang khusus untuk tujuan tertentu.
Tip Menurunkan Berat Badan
- Lakukan olahraga 3 – 4 kali dalam seminggu. Anda bisa mengulang gerakan yang sudah dipelajari bersama grup exercise di rumah.
- Beri tubuh waktu beristirahat 1 hari di antara latihan. Untuk pembentukan massa otot, tubuh juga butuh istirahat. (f)


