Celebrity
Susi Pudjiastuti Bermain di Rute Sepi

27 Oct 2014

Kapan persisnya brand Susi Air eksis? Susi sendiri cuma menyebut, “Pascatsunami itulah…!” Beberapa stafnya menyebut tahun 2005. Begitukah? Yang pasti, website Susi Air resmi muncul pada 20 April 2006. Lalu, pada tanggal 1 Mei 2006, Susi menandatangani  kontrak kerja dengan Bumi Travel untuk rutin menerbangkan wisatawan dari Medan ke Takengon–NAD, sebuah tempat wisata di daerah ketinggian Gunung Leuser yang terkenal dengan kopinya. Dengan travel yang sama, kemudian juga dibuka jalur penerbangan ke Meulaboh, ke Pulau Nias, serta ke Pulau Simeulue, Silangit, Padangsidempuan,  dan lain-lain.
Pada pertengahan April 2006, Susi mulai merambah Singapura. Bekerja sama dengan sebuah resor wisata di Pulau Mentawai, pesawatnya mulai mengangkut wisatawan dari Negeri Singa itu  ke Mentawai via Padang.
   
Awal November 2006, Susi Air melebarkan sayap dengan membuka kantor cabang di Jayapura, Papua. Sebuah Cessna Caravan-nya, stand by di bandara kota itu, sebagai pesawat sewaan untuk angkutan barang dan penumpang ke berbagai airstrip yang banyak terdapat di Papua semisal ke Mulia, Dekai, Sarmi, dan Wamena.
   
Jasa penerbangan yang dikelola Susi kian berkembang. Pada 1 Januari 2007, Cessna Caravan ke-4 miliknya tiba memperkuat armada. Pesawat carter untuk para eksekutif bisa digunakan ke mana saja di Indonesia, khususnya Papua dan Sumatra.
   
Di akhir Januari tahun yang sama, Susi juga ketambahan pesawat baru, Diamond DA42 Twin Star. Ini merupakan revolusi tersendiri bagi penerbangan nasional, di mana pesawat ringan bermesin disel mulai digunakan untuk penerbangan sewa. Dibuat oleh Diamond Aircraft di Austria, Twin Star  berkapasitas 4 kursi (1 pilot, 3 penumpang), dengan kabin yang comfortable  dan kemampuan terbang 320 km/h.
   
Setelah itu, tahap demi tahap, Susi Air terus berkembang sebagai perusahaan jasa penerbangan carter dan angkut penumpang. Tentu ia tak melupakan niat utamanya, punya pesawat untuk angkut ikan dan udang kualitas ekspor. Siapa pun bisa menyewa pesawatnya. “Asal tidak untuk mengangkut weapon, narkotika dan ikan hias, serta benda-benda terlarang internasional lainnya,” ungkap Susi, yang amat mencintai lingkungan hidup berkelanjutan.
   
Susi bukan tak sanggup membeli pesawat-pesawat berbadan lebar dan besar. Tetapi, pesawat-pesawat ringan memang menjadi pilihan utamanya, mengingat alam pedalaman Indonesia yang jadi sasaran rute penerbangannya. “Ada banyak tempat di pelosok negeri ini yang cuma punya airstrip pendek. Daerah-daerah itu amat perlu pesawat-pesawat kecil untuk membuka diri ke dunia luar,” ungkap Susi. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?