Food Trend
Sukses Membuat Cokelat

7 Jan 2014

Untuk Anda penggila masak, boleh saja  menyiapkannya sendiri. Pastikan dulu urusan lainnya sudah tertangani dengan baik. Berikut ini  tip untuk yang ingin jadi koki cokelat dadakan:
  • Kerahkan tenaga tambahan, seperti kerabat atau asisten rumah tangga.
  • Belanja kemasan jauh-jauh hari. Ingat, tidak ada jenis custom yang bisa tersedia dalam partai banyak dan waktu sempit.
  • Belanja bahan.
1. Cokelat balok: Hemat bujet dengan membeli kemasan besar (5 kg) di toko bahan kue, bukan kemasan umum 250 gram di supermarket. Simpan di suhu ruang, bukan lemari es, untuk menghindari embun dingin yang membuat cokelat sulit meleleh.
2. Isi kacang-kacangan: Sebaiknya dipanggang daripada digoreng, karena minyak goreng bisa menyebabkan tengik.
3. Isi ganache: Sebagai bahan isi truffle, ganache bisa diracik jauh hari karena boleh dibekukan  (lihat boks resep: Chocolate Truffle Enak).

Agar Bentuk Tetap Indah

“Karena cokelat rentan pada suhu, hati-hati dalam pengolahan dan cara penyimpanannya,” ujar Francis. S. Mestre, chocolatier dari L’atelier Du Chocolat. Pria yang sudah lama dikenal   sebagai ahli cokelat di Indonesia ini memegang peraturan ketat dalam menyiapkan cokelat-cokelat premiumnya untuk klien. Dari caranya  menaruh satu demi satu chocolate praline ke piring saji saja, femina merasakan passion-nya yang mendalam terhadap cokelat. Sontek cara handling cokelat sang maestro  ini: 

•    Suhu: Cokelat disimpan pada suhu 14º-18º C. Jangan pernah memasukkan cokelat ke dalam kulkas karena suhu di dalamnya terlalu dingin dan embunnya mengakibatkan efek sugar blooming. Cokelat akan ‘berkeringat’, hasil dari pemindahan suhu yang drastis. Nantinya akan timbul lapisan putih yang berasal dari gula cokelat.

•    Penyimpanan: Ruang produksi tempat pembuatan cokelat memiliki temperatur khusus. Pertahankan kondisi cokelat dengan mengemasnya di dalam kotak gabus yang telah diberi blue ice atau biang es. Selanjutnya, simpan di ruangan berpenyejuk udara.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?