Kegemaran suami kongkow-kongkow dengan teman dan menikmati dunia malam, masih berlanjut hingga menikah. Yang jadi masalah, ketika bertengkar, suami sering meninggalkan rumah dan tak pulang. Konflik itu ia jadikan kesempatan untuk mencari kesenangan bersama teman-temannya. Sebagai istri, tentu saja timbul perasaan kecewa dan marah, apalagi saat tak pulang ia tak bisa dihubungi sama sekali. Walaupun sudah dibicarakan baik-baik, ia tak berubah. "Mengubah kebiasaan seseorang bukan hal sederhana. Mengharapkan pernikahan akan mengubah kebiasaan lama sering kali hanya idealisme semata. Hal ini akan amat sulit Anda ubah, sesulit Anda mengubah diri dari kebiasaan tak suka bersosialisasi menjadi gemar bersosialisasi," ujar psikolog Monty Satiadarma.
Langkah penyeimbang yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengubah kebiasaan Anda sendiri yang sedianya jarang bersosialisasi kini turut suami berinteraksi sosial. Hadirlah bersama suami di antara teman-temannya. Perilaku meninggalkan Anda ketika terjadi kekurangselarasan boleh jadi menimbulkan rasa sakit hati. Karenanya, jangan tersakiti olehnya, bentengi diri Anda dengan keberdayaan sosial.
Makin ia menyadari bahwa pola bersosialisasinya dapat menjadi senjata menghindar dari Anda, makin ampuh kelak pilihan langkah tersebut guna mengatasi konflik dengan Anda. Jika Anda juga memberdayakan diri bersosialisasi, maka langkah tersebut cenderung berkurang keampuhannya, dan ia akan menempuh upaya lain yang mudah-mudahan menjadi lebih baik. Akan lebih baik jika Anda berdua meningkatkan kualitas komunikasi dengan bantuan tenaga profesional.
(f)




