Trending Topic
Studi Kesehatan Global

24 Jul 2014


Berdasarkan hasil penelitian terbaru organisasi independen, The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), diperoleh data-data dan temuan terbaru di seputar epidemi HIV/AIDS, Malaria dan Tuberkulosa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angka kematian akibat HIV/AIDS dan malaria di Indonesia lebih rendah dari angka rata-rata global, yaitu 5,7 per 100.000 orang untuk HIV/AIDS dan 1,4 per 100.000 orang untuk malaria, dibandingkan dengan angka global 18,5 dan 11,8.Sedangkan jumlah orang Indonesia yang meninggal akibat TBC tiga kali lipat lebih dari angka rata-rata global.

Pada tanggal 22 Juli, The Lancet mempublikasikan sebuah studi, “Insiden dan mortalitas dari HIV, tuberkulosis, dan malaria secara global, regional, dan nasional selama 1990-2013: analisis sistematik untuk Studi Beban Penyakit Global 2013.” Studi ini dilakukan oleh suatu konsorsium internasional beranggotakan lebih dari 1.000 peneliti dari 106 negara, yang dipimpin oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington.
Studi Beban Penyakit (GBD) 2013 memberikan pendekatan yang konsisten dan komprehensif untuk memperkirakan dampak HIV, TBC, dan malaria di Indonesia dan di seluruh dunia dari tahun 1990 hingga 2013. Konsorsium ini melakukan analisis dan triangulasi terhadap insidens, prevalensi, dan kematian.

“Studi baru secara besar-besaran menjelang akhir era MDG ini mendokumentasikan kemajuan terakhir yang mengesankan dalam menanggulangi HIV dan malaria, pada khususnya, serta menunjukkan bahwa masih banyak upaya yang perlu dilakukan,” ujar Dr. Alan Lopez, Melbourne Laureate Professor di University of Melbourne dan salah satu pendiri Studi Beban Penyakit Global (GBD). “Ketiganya adalah penyebab utama masalah kesehatan di negara-negara miskin, dan ketiganya harus menjadi pokok perhatian dalam tindakan dan dukungan kesehatan global yang disepakati. Tanpa hal itu, langkah kita mungkin akan tersendat, atau yang lebih buruk, pencapaian kita saat ini justru berbalik arah.”

Data komprehensif tentang kondisi kesehatan global ini nantinya akan digunakan sebagai acuan pembuatan kebijakan dan investasi diseputar isu kesehatan, termasuk Indonesia.

Woro Hartari Trianti



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?