Celebrity
Skandal Hanya Kerikil

2 Jul 2015


Tidak ada yang bisa menghentikan laju Chelsea Islan (20) untuk terus berkarya dan menyebar inspirasi, bahkan skandal video sekalipun. Di kancah perfilman tanah air, namanya  makin melambung tinggi. Bakat yang ia perlihatkan membuatnya  makin dipercaya sebagai pemeran utama. Ia pun  makin menyejajarkan diri dengan aktris dan aktor papan atas Indonesia. Terbukti, dalam ajang Indonesia Choice Award 2015, pemeran Diana dalam film Di Balik ’98 ini terpilih sebagai Actress of The Year, mengungguli Dian Sastrowardoyo, Laudya Cynthia Bella, Pevita Pearce, dan Acha Septriasa.    

Skandal hanya Kerikil
Tersebarnya video yang memperlihatkan dirinya tengah mengganti pakaian di internet beberapa waktu lalu sempat membuat Chelsea sangat terpukul. Ia menyayangkan, wanita selalu menjadi korban kejahatan. “Semua orang tentu akan terpukul bila mengalami hal seperti itu, begitu juga saya,” kata Chelsea, dengan raut muka sedih.

Namun, atas dukungan dari ibunya, Samantha Barbara (50), kesedihan itu tidak berlangsung lama. Ia bangkit dengan kepala tegak. Kejadian itu justru membangkitkan semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak wanita. “Saya orang yang selalu berpikir maju dengan melihat peluang masa depan yang cerah. Semua masalah tentu ada jalan keluarnya. Saya akan menghadapi orang yang berusaha menghalangi langkah saya untuk meraih cita-cita,” katanya, serius.

Wanita yang mengidolakan Christine Hakim dan Johnny Depp ini rupanya mendapatkan semangat dan ketegaran dari ibunya, yang ia anggap sebagai sumber inspirasi. “Ibu saya adalah breast cancer survivor. Tak hanya memotivasi saya, dia juga menginspirasi banyak orang terutama mereka penderita kanker,” ujarnya, dengan mata berbinar-binar, sebagai tanda kebanggaan pada sang ibu.

Penyuka buku The Alchemist karya Paulo Coelho ini menyadari bahwa makin meningkatnya karier seseorang, khususnya wanita di dunia hiburan, akan banyak juga yang berusaha menjatuhkannya. “Persaingan di bidang yang saya geluti saat ini memang sangat ketat. Saya rasa ini adalah risiko yang harus saya hadapi,” tuturnya.
Ketegarannya menghadapi masalah pun ia jadikan sebagai cara memberikan contoh kepada wanita lain yang selalu menjadi korban kekerasan fisik, seksual, dan kekerasan psikis agar tegar menghadapi masalah.

Bagi alumnus SMP Mentari International School Jakarta ini, pesan R.A. Kartini:    ‘habis gelap terbitlah terang’, bukan hanya berguna sebagai motivasi sekolah, tapi  juga menjadi pesan bahwa setelah seseorang ditimpa masalah akan mendapatkan pelajaran yang baik. “Masalah merupakan sebuah proses bagi saya untuk menjadi ‘orang besar’ yang sukses. Saya mau menjadi agen perubahan bagi wanita Indonesia,” ucapnya.
Kurang dari 2 minggu setelah video tersebut tersebar, ia pun membuktikan kalau ia memang wanita muda yang tangguh. Bersama dengan psikolog Ratih Ibrahim, Chelsea menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema Anti-Intimidasi dan Pelecehan yang diselenggarakan di Jakarta, awal Maret 2015 lalu.

Ia juga bercita-cita mengajukan diri sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bila nanti saatnya tiba. Jalannya memang masih panjang. Masih ada syuting-syuting film yang harus diselesaikan, dan kuliah jurusan psikologi yang harus ditempuh dan dirampungkan.

Jadi, sebelum mimpi besar itu diraih, ia ingin mulai dari hal-hal kecil dulu. Salah satunya adalah dengan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia. Saat ini, ia tercatat sebagai salah satu anggota komunitas anak muda Asia bernama Inspirasean. Agustus tahun ini, Chelsea dan teman-temannya akan membuat seminar besar tentang pendidikan. Dalam seminar itu, mereka akan mengungkap peluang menempuh pendidikan di luar negeri bagi anak muda, terutama mereka yang akan tamat SMA.

Rencana Chelsea dan teman-temannya itu juga mendapat dukungan penuh dari Kemendikbud. Chelsea ingin menyebarkan semangat kepada anak muda Indonesia untuk terus mengejar pendidikan, sehingga mampu bersaing di skala internasional. “Kami sudah menemui Bapak Anies Baswedan. Beliau mendukung baik dari segi moril maupun materi,” katanya.

DESIYUSMAN MENDROFA



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?