Celebrity
Sembunyi-sembunyi

13 Sep 2014


Wajah ayu dan jalannya yang anggun membuatnya meraih gelar Pemenang Busana Nasional dalam Pemilihan Wajah Femina 2013. Walaupun sempat mengalami insiden kecil saat di atas panggung, Shabrina Sungkar mampu bangkit dan menyelesaikan semua ‘tugas’ dan tampil memesona di malam final Wajah Femina 2013. Kegigihan dan semangat pantang menyerah mewujudkan impian masa kecilnya untuk menjadi seorang model.

Senyum manis Shabrina  menyapa femina saat pemotretan cover femina untuk edisi Lebaran ini. Calon dokter gigi yang ramah ini langsung menceritakan kesibukannya menjadi co-as di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Tiap hari kerja, dari pukul 7 pagi hingga 4 sore, Shabrina standby di rumah sakit atau puskesmas untuk mempelajari manajemen rumah sakit. “Terkadang, sehari bisa memegang dua pasien. Itu pun rasanya sudah capek sekali,” katanya.
   
Dalam hitungan bulan, wanita kelahiran 20 Juni 1991 ini berharap gelar dokter gigi berada di genggamannya. Ia telah berencana untuk praktik di Jakarta selepas lulus nanti. Namun, sepertinya ia belum puas dengan pencapaiannya ini. Keinginannya menjadi model profesional masih menggelitik pikirannya. “Sejak kecil, ketika menonton televisi dan melihat aksi para model, saya penasaran sekali untuk menjalaninya. Sepertinya seru!” ungkap sulung dari tiga bersaudara ini.  


Namun, Shabrina mengisahkan, perjalanannya menuju dunia modeling tak semudah yang dibayangkan. Sang bunda, Lubna Sungkar, tidak serta-merta merestui putri sulungnya ini. Salah satu alasannya, bisa mengganggu kegiatan akademis Shabrina. Sebagai sosok yang pantang menyerah, Shabrina berkeras untuk mengikuti panggilan hatinya. Secara diam-diam, ia mendaftarkan diri mengikuti Wajah Femina 2013. Ketika berhasil menjadi 150 unggulan, barulah ia mengatakannya kepada sang bunda.

“Untunglah restu itu kemudian datang. Bahkan Mama yang semangat mencari barang-barang untuk karantina dan mendoakan saya tanpa henti,” tambahnya, berbinar. Nasihat-nasihat kecil dari ibunya seperti tetap mengutamakan kuliah, tidak mengambil pekerjaan yang mengganggu kuliah, menjadi semacam ‘alarm’ baginya untuk fokus menyelesaikan kuliah. “Alhamdulillah, sampai sekarang  saya makin mahir membagi waktu, walaupun agak sulit juga,” katanya, sambil tersenyum.

Ia sadar betul harus memegang teguh kepercayaan yang diberikan oleh kedua orang tuanya, Abdullah Sungkar dan Lubna Sungkar. Semua nasihat mereka ia jadikan sebagai pegangan hidup. “Pada dasarnya mereka membebaskan anak-anaknya untuk melakukan aktivitas apa pun, selama itu positif. Tetapi memang, kami harus bisa menjaga diri baik-baik dan mampu menentukan mana yang benar dan salah,” tambahnya.

RULLY LARASATI

    


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?