Memulai debut akting di usia 9 tahun dengan bermain di serial TV The Clinic dan Proof, bakat akting gadis berdarah Irlandia ini terlatih dengan baik. Di film pertamanya, I Could Never Be Your Woman, Saoirse (baca: Seer-Sha) tampil baik bersama Michelle Pfeiffer dan Paul Rudd. Tetapi, nama Saoirse mulai melejit saat membintangi Atonement (2007), memerankan gadis licik bernama Briony Tallis. Akting Saoirse yang brilian itu membawa namanya dinominasikan dalam Academy Award 2008, kategori Best Supporting Actress. “Bagi saya, Briony Tallis sangat spesial. Saya merasa beruntung bisa membawakannya,” ungkap gadis kelahiran New York City ini, berbinar.
Penghargaan itu sekaligus menorehkan sejarah baru di dunia sinema Hollywood sebagai salah satu aktris termuda yang pernah dinominasikan dalam kategori tersebut selain Tatum O’Neal, Mary Badham, Quinn Cummings, Abigail Breslin, Patty McCormack, dan Anna Paquin. “Sebagai keturunan Irlandia, suatu kebanggaan bagi saya bisa dinominasikan di Piala Oscar. Penghargaan itu saya persembahkan untuk Irlandia,” cetus Saoirse, bangga.
Seiring waktu, bintang Saoirse makin bersinar. Tak lama setelah itu, ia kembali membintangi sejumlah film bersama aktor dan aktris ternama seperti Rachel Weisz dan Mark Wahlberg di The Lovely Bones (2009), juga bareng Colin Farrel dan Ed Harris di The Way Back (2010). Di kedua film tersebut performa Saoirse menuai banyak pujian. “Akting memang sudah jadi passion saya. Di tiap film, saya selalu berusaha membawakan peran dengan total,” papar gadis yang dinominasikan pada BAFTA Award untuk perannya di The Lovely Bones ini.
Totalisme berakting memang Saoirse tunjukkan di tiap film yang ia bintangi. Terbukti, dalam sejumlah film, ia tak ragu memerankan karakter yang berbeda. Dalam film laga Hanna, ia berperan sebagai gadis jago panah, beradu akting dengan Eric Bana dan Cate Blanchett.
“Sebelum syuting film ini, saya melakukan latihan bela diri selama beberapa bulan. Saya juga rutin olahraga minimal dua jam sehari,” jelas Saoirse yang mengaku bahwa peran di film tersebut membuatnya tertantang.
Pengalaman itulah yang membuatnya antusias saat ditawari oleh sutradara Peter Jackson untuk membintangi sebuah peran di film The Hobbit. Sayangnya, karena beberapa pertimbangan, Saoirse batal dikontrak di film tersebut. “Jujur, saya merasa kecewa batal bermain di The Hobbit. Tetapi, saya berpikir positif bahwa masih ada proyek film lain yang harus saya kerjakan,” ungkapnya, bijaksana.
Tak mau larut dalam kekecewaan, Saoirse kemudian unjuk gigi tampil di film action bersama Alexis Bledel di Violet & Daisy sebagai remaja yang terobsesi menjadi pembunuh, plus beraksi bareng Gemma Arterton di Byzantium (2012). Tahun 2013, Saoirse pun tak ragu membintangi 3 buah film sekaligus: Justin and The Knights of Valour, Daisy, How I Live Now, dan The Host.
Saat ini, di usia yang belum genap 20 tahun, Saoirse makin memantapkan kariernya di dunia film. Yang paling ditunggu tentunya performa dalam film The Grand Budapest Hotel yang rencananya akan dirilis Maret 2014. “Ini adalah film hebat yang juga didukung oleh aktor dan aktris besar. Saya sangat menikmati proses syuting dan saat-saat mengenakan aneka kostum cantik,” papar aktris yang tahun depan juga akan membintangi film garapan Ryan Gosling, How to Catch a Monster.


