Paling asyik memang merencanakan liburan bersama keluarga. Terbayang kegembiraan bersama, berkunjung ke tempat wisata, menikmati kuliner lezatnya, hingga berbelanja. Tetapi, saking keasyikan menyusun itinerary liburan, kita lupa memastikan semua anggota keluarga bepergian dalam keadaan sehat. Urusan sepele membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi saja acap kali luput dari perhatian. Padahal, di tempat liburan dengan kondisi alam yang berbeda dan aktivitas yang tinggi, tubuh akan lebih cepat letih, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Akibatnya, tubuh jadi lebih rentan terserang penyakit.
“Ketika ada anggota keluarga yang jatuh sakit saat liburan, tanpa persiapan yang matang, yang terjadi justru rasa panik. Mereka kebingungan bagaimana harus mencari obat atau dokter di negara tujuan liburan,” ungkap dr. Astari Mayang Anggarani, konsultan kesehatan dari RS Pelni.
Itu sebabnya, dr. Astari menekankan pentingnya melakukan persiapan travel health (perawatan kesehatan selama perjalanan). Travel health ini erat kaitannya dengan bagaimana melakukan pencegahan dan mengetahui apa saja yang menjadi isu kesehatan serta tindakan tepat yang perlu dilakukan untuk mencegah tertular kuman penyakit saat dalam perjalanan.
Hal ini penting mengingat tiap negara tentu memiliki sistem kesehatan masing-masing. Sehingga, sebagai pendatang, kita perlu mengetahui informasi dasar tentang keadaan kesehatan di tempat bersangkutan.
Di Inggris dan Jepang misalnya, turis yang mengalami kondisi darurat dan butuh perawatan bisa langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit dan bebas biaya.
Berbeda dengan di Belanda dan Hong Kong, kita harus membayar biaya pengobatan dan perawatan dokter. Coba bayangkan kalau kita tidak memiliki informasi sama sekali, bisa saja Anda tidak akan mendapatkan pelayanan.
Faunda Liswijayanti
Foto: Corbis


