Memiliki perabot lama dan ingin membuangnya? Sebaiknya jangan terburu-buru. Cobalah untuk berkreasi dengan mix and match furnitur lama dengan kombinasi aksesori dengan finishing yang lebih modern. Hal ini bisa dilakukan baik pada salah satu ruangan maupun pada sudut rumah Anda untuk menciptakan suasana yang lebih dinamis, seperti gaya retro yang memiliki karakter unik dan berbeda.
Inspirasi Masa Lampau
Tiap beberapa puluh tahun sekali tren memang selalu berubah dan akan selalu datang kembali. Hal ini terjadi dalam dunia fashion maupun desain interior. Walaupun mungkin tidak akan selalu sama persis, akan selalu ke arah yang lebih baik sehingga inspirasi bisa selalu kita dapatkan dari masa lampau. Inilah yang terjadi bila kita ingin menciptakan suasana gaya retro pada rumah tinggal. Retro style adalah campuran eklektik gaya lama dengan elemen interior baru, atau sebaliknya, elemen interior baru dengan bahan lama dan finishing yang berbeda. Warna terang dan kontras, motif geometris, floral, dan paisley, sering kita temui dalam gaya retro. Gaya retro yang simpel sekalipun dapat menciptakan perubahan besar menjadi chic dan fashionable pada tempat tinggal kita. It’s all about making statement!
Sebelum berpikir untuk menata ulang rumah, sebaiknya kenali dulu gaya retro apa yang Anda sukai. Berikut ini beberapa cara untuk mendapatkan tampilan retro di rumah modern Anda.
Gaya Retro Tak Hanya Satu
Gaya retro merupakan gaya yang diambil di masa pertengahan abad ke-20, biasanya antara tahun 1940-1980. • 1940’s retro
Tahun 1940 dikenal sebagai masa yang membingungkan, masa Perang Dunia II, di mana laki-laki pergi berperang dan perempuan melakukan pekerjaan laki-laki. Gaya interior pada masa ini dikenal memiliki karakteristik innocent, sentimental, patriotik, tradisional, Hollywood glamour, dan streamline. Penggunaan material chrome dan metal mulai dikenal, digabungkan dengan penggunaan warna yang didominasi warna dasar, seperti cokelat dan hitam, furnitur dengan gaya yang simpel dan sederhana, termasuk motif floral pada kain dan wallpaper.
• 1950’s retro
Masa tahun 1950 dikenal sebagai masa penuh harapan dan kegembiraan. Ini tercermin dalam warna-warna pastel yang hampir digunakan pada semua finishing pada masa ini, termasuk peralatan rumah tangga, penggunaan material chrome, dan mulai dikenalnya furnitur rotan yang lebih sering digunakan pada teras rumah.
• 1960’s retro
Tahun ini dikenal sebagai era perubahan dan pemberontakan dengan banyaknya kejadian penting dunia pada masa ini. Inspirasi gaya hidup kaum Hippie tercermin pada dekorasi rumah tinggal dengan munculnya warna psychedelic dan kontras dengan motif floral dan paisley pada kain yang digabungkan dengan warna netral. Penggunaan rak terbuka, bean bag, dan egg chair banyak ditemukan pada dekorasi retro tahun 1960-an ini dengan maksud menciptakan suasana santai dan nyaman. Secara keseluruhan, tampilan gaya retro tahun 1960-an memberikan kesan bersih, praktis, dan terbuka dengan sentuhan modern. Banyak disukai karena lebih terkesan dinamis, colourful, provokatif, dan fokus terhadap ekspresi diri, terutama pada rumah tinggal. Bagi Anda yang menyukai suasana lebih berwarna pada tempat tinggal, gaya retro tahun 1960-an sangat tepat.
• 1970s retro
Era ini dikenal sebagai era “the Me Decade” oleh novelist Amerika, Tom Wolfe. Karena mulai adanya kesadaran diri dan penemuan diri ditengah krisis dan inflasi yang terjadi di masa itu. Begitu juga dengan desain interior yang berubah ke arah yang lebih peduli terhadap alam dan lingkungan, terbukti dengan bentuk desain yang lebih inovatif yang terinspirasi dari teknologi dan penggunaan material baru. Penggunaan warna yang lebih terang seperti turquoise, hijau terang, orange dan kuning muda dan coklat menciptakan suasana yang lebih cerah.
Menciptakan focal point pada tiap ruang

Sebaiknya cari focal point pada ruangan yang akan didesain lebih menonjol dibanding area sekitarnya, dan tentukan tone warna yang akan digunakan pada area tersebut sebagai acuan. Hal ini bisa dilakukan seperti menempatkan lounge chair dan floor lamp ditambah dengan meja samping kecil pada sudut ruang kamar maupun ruang keluarga atau area tempat Anda meletakkan meja console dengan artwork di atasnya.
Bermain warna dan motif
Banyak orang berpikir warna tua pada dinding dapat memberikan efek ruangan terlihat lebih sempit. Pendapat ini tidak salah, tetapi bukan berarti menjadi hambatan bagi Anda untuk memberikan warna yang berbeda pada dinding rumah. Cukup memberikan aksen warna pada salah satu dinding ruangan dengan warna yang lebih berani dapat menciptakan suasana yang berbeda. Berikan warna netral, seperti cream atau putih, pada dinding sekitarnya. Cara ini juga dapat memberikan kesempatan bagi Anda untuk bermain warna dan motif pada furnitur dan aksesori interior untuk mencerahkan ruangan tersebut.Cobalah menggabungkan beberapa turunan warna yang akan digunakan pada satu ruangan dan hindari penggunaan warna yang terlalu banyak supaya ruangan tidak terkesan ramai. Warna pada gaya retro tahun 1960-an banyak terinspirasi oleh alam, seperti emas, hijau, oranye, dan kuning. Warna-warna terang seperti pink fuchsia juga digunakan dan dikombinasikan dengan warna metalik.
Penggunaan motif yang terlalu besar pada elemen interior kadang-kadang dirasa dapat mendominasi ruangan. Karena itu, pilihlah motif retro seperti garis, geometris, floral, maupun polkadot dengan ukuran kecil dan tidak dalam jumlah berlebihan. Gabungkan dengan warna-warna solid dan warna netral pada dinding ataupun lantai rumah Anda.
Menampilkan display yang menarik

Kita semua pasti memiliki banyak pernik favorit yang biasanya dikumpulkan atau dikoleksi, tetapi masih bingung akan ditempatkan di mana. Cobalah meletakkannya pada rak terbuka dengan gaya Scandinavian atau coba menggantungkannya pada dinding. Menampilkan display pernak-pernik selalu menjadi hal yang menyenangkan dan menambah volume ruang supaya tidak terlihat kosong.
Kombinasi barang lama dan baru.

Cobalah kreatif dengan mix and match furnitur lama yang Anda punya dengan mengganti finishing yang disesuaikan dengan tema ruangan yang ingin diciptakan, mengganti kain sofa lama dengan warna upholstery yang kontras, dikombinasikan dengan accent pillow motif geometris. Tambahkan satu atau dua buah single chair yang lebih kontemporer di salah satu sisinya, sedikit aksesori interior vintage warna-warni, kemudian tempatkan coffee table atau lemari dengan desain yang streamline, dengan warna finishing yang lebih netral, dilengkapi display vintage yang Anda miliki.
Benda Seni di Dinding.

Jangan lupa, selalu gantungkan wall art pada dinding. Karya seni bisa berupa sebuah objek dengan bentuk geometris dengan finishing metal atau kayu, print out seperti lukisan, poster, ataupun image yang dilengkapi dengan frame. Cobalah untuk memikirkan karya seni yang Anda suka dan tempat meletakkannya. Pop art dari komik ataupun pop culture Campbell’s soup karya Andi Warhol sering menjadi inspirasi untuk menghiasi desain ruang bergaya retro tahun 1960-an ini.
Suasana nyaman dengan pencahayaan yang tepat

Hal terpenting dari semuanya tentunya adalah pencahayaan. Sebaiknya tidak hanya mengandalkan pencahayaan dari lampu gantung atau lampu pada ceiling, tapi coba kombinasi dengan berbagai jenis lampu. Mulai dari menempatkan wall sconce, floor lamp, hingga table lamp yang dapat menambah suasana lebih dramatis dan menciptakan suasana homey pada ruangan. Pilih desain lampu yang lebih modern dan tidak terlalu banyak detail. (f)


