Celebrity
Rencana Hidup Dianna Suriani

3 Apr 2013

Langkahnya di atas catwalk yang luwes dan penuh percaya diri, serta ekspresi yang menonjolkan karakter pakaian yang ia peragakan, berhasil merebut perhatian para juri Wajah Femina 2012. Ia pun dinobatkan sebagai Pemenang Penghargaan Khusus Best Catwalk Wajah Femina 2012. Namanya Dianna Suriani (21), model dan mahasiswi Fakultas Sastra Universitas Airlangga, asal Surabaya. “Saya hanya ingin membuat ibu saya bangga,” ujar Dianna, mengungkap motivasinya.

Meski memiliki ambisi untuk berkiprah sebagai model di dunia internasional, Dianna, yang hobi membaca novel karya Dewi Lestari dan Ayu Utami, juga punya keinginan untuk menjadi pengajar bahasa Indonesia di luar negeri. Karena itulah, ia tidak mau main-main dengan kuliahnya. 

“Saya tetap memandang kuliah sebagai modal utama untuk masa depan saya. Siklus profesi model mungkin sangat singkat. Saya harus punya pegangan lain untuk masa depan saya,” ujarnya, bijak.

Jika keinginannya ini tercapai, Dianna siap untuk meninggalkan kariernya sebagai model. “Tiap pilihan pasti punya risiko. Lagi pula, manusia kan hanya bisa berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan. Saya hanya berusaha menjalani hidup sebaik mungkin, mengalir bersama jalan yang sudah ditentukan-Nya. Kita enggak akan pernah tahu kejutan yang Tuhan sudah siapkan di jalan yang kita lalui,” cetusnya. 

Tak heran jika ia selalu punya rencana cadangan dalam hidupnya. Jadi make up artist dan fashion designer salah satunya. “Sekarang saya juga sedang kursus make up, lho. Kalau sudah selesai, saya juga ingin mengambil kursus fashion design. Keahlian-keahlian ini bisa jadi modal saya jika sudah tidak berprofesi sebagai model lagi,” ungkap wanita yang ingin memiliki bisnis salon dan butik ini. 

Dianna ingin mengisi masa mudanya sebaik mungkin. Baginya, waktu terlalu berharga untuk dibiarkan berlalu begitu saja. “Saya terinspirasi ibu saya. Saat ayah saya meninggal, saya baru berumur 4 tahun dan adik saya 1,5 tahun. Dengan kedua tangannya sendiri, Ibu berusaha membesarkan dan mendidik kami sebaik mungkin,” jelasnya, bangga. 

Ketegaran ibunya menanamkan tekad di benak Dianna bahwa ia harus tumbuh menjadi wanita yang mandiri. Hal itu pula yang mendorongnya terjun ke dunia modeling pada awalnya. Ia ingin mendapat uang saku tambahan agar bisa meringankan beban ibunya. “Tiap hari, saya harus melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang,” katanya.

Semangat positif itu didukung oleh sikap optimistisnya. Tidak ada istilah tidak bisa dalam kamusnya. Ia percaya, dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan ketekunan, ia bisa mewujudkan semua cita-citanya. Tapi, tiap kali ia menuai kesuksesan, nasihat ibunya kembali menjaga kedua kakinya menapak di bumi. “Ibu selalu berpesan, ‘Jadilah manusia yang rendah hati, menjadi diri sendiri, dan jangan menyusahkan orang lain,’” ungkapnya. 

EKA JANUWATI
FOTO: JENNIFER ANTOINETTE




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?