Celebrity
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Siap di Jalur Politik

25 Sep 2015


Setelah berhenti sebagai presenter televisi, apa kegiatan Anda sekarang?

Saya fokus mengurus partai sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Serikat Indonesia (PSI) yang didirikan oleh Grace Natalie. Saya meninggalkan pekerjaan di media, karena seharusnya seorang jurnalis tidak boleh menjadi pengurus partai secara permanen. Kami sedang mempersiapkan persyaratan untuk bisa lolos verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM RI yang akan dilakukan tahun 2016 mendatang. Mulai dari tingkat kecamatan yang berjumlah 7.000, kami harus membentuk pengurus. Dengan aktivitas baru ini, saya justru lebih dekat dengan keluarga, apalagi mendapat dukungan penuh dari suami saya, George Albert Tulaar.  
 
Motivasi Anda terjun ke dunia politik?

Partai-partai politik yang sudah ada tidak terlalu terbuka untuk mencalonkan tokoh-tokoh yang hebat dan memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun bangsa. Maka, ketika mengetahui ada partai yang memiliki visi dan misi yang jelas, saya tidak berpikir dua kali. Lagi pula, sejak tahun 2012  saya tidak bekerja secara full time di televisi karena memang punya rencana untuk terjun di politik.   

Apa ilmu atau bekal yang didapat dari WF?

Pengembangan diri, serta cara berhadapan dengan orang banyak. Saat pemotretan, saya berhadapan dengan orang yang berbeda latar belakang, seperti fotografer, make up artist, dan stylist, yang ikut melatih saya menghadapi orang-orang. Yang paling membekas bagi saya adalah ketika diminta agar mata ‘berisi’ saat berada di depan kamera. Sehingga, mata terkesan berbicara dan berinteraksi dengan orang yang melihat. Pelajaran itu sangat berguna saat saya bekerja sebagai presenter.   

Apakah WF melancarkan karier Anda?
WF merupakan ajang pemilihan bergengsi hingga saat ini. Saya senang menjadi   bagian dari WF. Didukung dengan bekal pendidikan hubungan internasional, jalan karier saya pun terbuka. Sebelum berkecimpung di dunia pertelevisian pada tahun 2003, saya sering mendapat tawaran main film, namun saya memilih menjadi jurnalis.

Anda masih menjalin komunikasi dengan alumni seangkatan?   
Ya, beberapa di antaranya, seperti Andini Effendi, Ladya Cheryl Baharrizki, dan Reina Lintang Asih, kadang-kadang bertemu. Agar komunikasi tetap terjaga dengan baik, kami seangkatan juga memiliki group chat.

Kenangan berkesan selama karantina?  
     
Pada usia 19 tahun, menjalani pemotretan di majalah besar rasanya sangat istimewa. Karena tidak semua orang bisa merasakan hal yang sama. Saya bahkan yakin, itu menjadi impian banyak wanita muda Indonesia. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?