Film yang Anda bintangi? Karier saya di film dimulai saat berperan dalam film Sang Penari pada tahun 2011. Tahun 2013, saya terlibat dalam film Rectoverso, Laura & Marsha, Jokowi, Sokola Rimba, dan Isyarat. Tahun 2014, saya main dalam film Unlimited Love dan Pendekar Tongkat Emas. Saya baru saja menyelesaikan syuting sekuel film Comic 8 yang akan tayang tahun ini, dan sedang persiapan syuting beberapa judul film.
Ingin menjadi sutradara atau filmmaker?
Saya memang sudah membuat beberapa film. Sampai saat ini, ada 6 judul film pendek yang sudah saya produksi. Temanya adalah masalah-masalah yang saya rasakan sendiri maupun yang dihadapi orang lain, misalnya keluhan saya tentang kemacetan jalan Jakarta. Isu-isu sosial juga ikut saya tampilkan. Durasinya 5-20 menit. Semua biaya pembuatannya, saya tanggung sendiri.
Target Anda untuk film yang sudah Anda buat?
Semua film itu menjadi koleksi pribadi saya, walaupun dalam pembuatannya melibatkan beberapa crew. Salah satu film saya sudah diputar di Los Angeles Indonesian Film Festival, September 2014 lalu.
Di mana Anda belajar membuat film?
Saya tidak belajar formal atau nonformal. Saya belajar secara autodidak dengan memperhatikan beberapa bagian penting, seperti pengambilan gambar yang baik, saat saya sedang syuting film layar lebar atau FTV.
Anda aktif sebagai relawan?
Keterlibatan saya di film Sokola Rimba telah menyentuh batin saya betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil. Maka, untuk mengisi waktu luang dan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, bersama dengan Komunitas Anak Alam Bali dan Rimbawan Muda Indonesia Jawa Barat, saya mengajar anak-anak di Desa Subaya, Kintamani, Bali, dan anak-anak di sekitar hulu Sungai Cisadane, Jawa Barat.
Apa yang Anda ajarkan?
Selain melukis, saya biasanya mengajarkan mereka mengenali dan mencintai daerah, budaya, lingkungan, dan alam sekitar mereka sendiri. Bermain dan berinteraksi dengan anak-anak di alam bebas dapat menghilangkan stres karena penat di Kota Jakarta yang padat.
Target Anda 5 tahun ke depan?
Saya adalah orang yang tidak terlalu suka mematok apa yang harus saya lakukan dan harus saya capai ke depan. Saya bahkan tidak pernah membuat sebuah resolusi. Saya menjalani hidup ini apa adanya saja. Apa yang ada sekarang, itulah yang harus saya hadapi. Saya tidak menargetkan sesuatu karena saya yakin bisa mencapai atau mendapatkan sesuatu lebih dari yang direncanakan. Saya melakukan tiap aktivitas secara total dan profesional sehingga hasil yang saya dapatkan pun memuaskan. (f)


