Cukup mengejutkan melihat film laga buatan Indonesia hadir dengan teknik sinema yang cukup berkualitas di film ini. Sutradara dan produser Asun Mawardi menggandeng atlet capoiera berbakat akting, Verdy Bhawanta, serta Robin Shou (aktor Asia-Amerika) dan Marcio Fernando (aktor asal Brasil). Sunny jadi bocah yatim piatu selepas kematian abangnya yang dibunuh anggota geng. Di panti asuhan ia berteman dekat dengan Verdy. Mereka berikrar menjadi brothers. Namun, takdir memisahkan mereka, saat Verdy diadopsi keluarga kaya. Beranjak dewasa, Verdy tak berhenti mencari kabar tentang Sunny.
Verdy menjadi pimpinan baru di perusahaan milik almarhum ayah angkatnya. Hidupnya mapan, dengan kekasih cantik yang siap untuk dilamarnya. Saat berlibur di laut lepas, kapal pesiar Verdy dibajak perompak. Ia selamat, namun kekasihnya disekap. Ia bertemu kembali dengan Sunny, yang telah menjadi anggota perompak. Konflik tak terelakkan.
Rentetan adegan perkelahian digarap cukup cermat, meskipun detail latar belakang cerita tahun ‘80-an dan 2000-an hadir kurang sempurna. Namun, film ini sukses menghadirkan drama, ketegangan, sekaligus hiburan. (f)


