Sex & Relationship
Pil Kontrasepsi

26 Jun 2013



Penggunaan hormon estrogen dan progesteron dalam pengobatan  juga menjadi tonggak penemuan penting dalam kontrasepsi. Formulasi pil pertama bernama Enovid tahun 1957, dibuat sebagai treatment untuk mengatasi gangguan menstruasi.  Pada masa itu, banyak wanita di Amerika Serikat yang mengeluhkan gangguan menstruasi ini.   

Tiga tahun kemudian, 1960, pil kontrasepsi yang mengandung hormon  sintetis pertama diproduksi dan ditujukan khusus untuk mencegah kehamilan. Estrogen dan progesteron adalah dua hormon yang mengatur proses dari siklus menstruasi. Keduanya membuat  lingkungan  uterus tidak nyaman  untuk sebuah embrio dengan menyebabkan penipisan dinding rahim, sehingga bisa ‘mengelabui’ tubuh untuk tidak melakukan pembuahan. Penggunaan pil yang dianggap sangat mudah dan cukup efektif dalam mencegah kehamilan ini membuat pil menjadi alat kontrasepsi paling populer di Amerika.

Ada beberapa macam jenis pil kontrasepsi, ada yang hanya mengandung progestin saja, mengandung estrogen saja, dan ada pula yang jenis kombinasi antara estrogen dan progestin. Pil kontrasepsi terbukti efektif membuat seorang wanita berhenti ovulasi, dan menghentikan, mengurangi kemungkinan pembuahan. Tetapi, beberapa efek samping yang timbul banyak dikeluhkan, seperti mual, sakit kepala, atau bertambahnya berat badan. Yang paling berbahaya, efek komplikasi kardiovaskular yang  dapat memengaruhi kinerja jantung.
Penelitian sehubungan dengan pil kontrasepsi terus dilakukan, terutama dalam hal pengurangan efek samping. Dalam perkembangannya, kadar dosis hormon makin lama makin ditekan.

Belum lama, muncul di pasaran pil kontrasepsi yang ditujukan untuk pria. Penelitian menemukan bahwa kimiawi spermalah yang memungkinkan mereka untuk membuahi sel telur. Pil kontrasepsi pria dirancang untuk ‘mengganggu’ kimiawi tersebut sehingga sperma yang mencapai sel telur tidak dapat membuahinya, tetapi langsung mati. Namun demikian, mengenai efektivitas dan bagaimana dampaknya terhadap kesuburan pria dalam jangka panjang, masih perlu penelitian lebih lanjut.

Ficky Yusrini




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?