Celebrity
Pevita Pearce Mencoba untuk Fokus

23 Nov 2015

Asyik berbisnis tak berarti Pevita Pearce melupakan kariernya di dunia akting. Kiprah dan prestasi baru terus ditorehkannya. Pada Oktober 2015, film terbaru yang ia bintangi, Aach, Aku Jatuh Cinta (AAJC), terpilih sebagai salah satu film International Selection yang diputar di Busan International Film  Festival. Padahal, film itu  belum diputar di Indonesia.
   
Bersama lawan mainnya, Chicco Jerikho, dan sutradara film AAJC, Garin Nugroho, Pevita terbang ke Busan untuk menghadiri world premiere film itu. “Senangnya, film Aach, Aku Jatuh Cinta diputar selama tiga hari dan ketiga show-nya full!” tutur penulis buku Our Notebook, Peace at Mind War at Heart ini, bangga.
   
Di film yang rencananya rilis November ini, Pevita berperan sebagai Yulia yang harus berpisah dari Rumi, pria yang dicintainya, karena berbagai konflik dan intrik. “Inti ceritanya memang tentang dua sejoli yang terpisahkan. Kisah cinta mereka dibalut konflik politik dan permasalahan ekonomi di masa itu,” lanjut peraih penghargaan Actress of The Year Indonesian Choice Awards 2014 dan Most Stylish Female Yahoo! OMG Awards 2013 ini.
   
Hampir semua film yang ia bintangi memang bergenre drama percintaan. Sebut saja Aku Cinta Kamu, Tenggelamnya Kapal Van Der Wiijk, Rasa, hingga Lost in Love. Memiliki tubuh proporsional dengan tinggi 165 cm, paras cantik, dan rambut hitam legam yang terurai panjang, wanita berdarah campuran Inggris-Banjarmasin ini memang memiliki daya pikat untuk tampil sebagai pemeran utama wanita yang siap mencuri hati lawan mainnya.
Namun, Pevita  mengaku tak pernah memosisikan dirinya sebagai aktris dengan spesialisasi drama percintaan. Baginya, akting adalah soal rasa. Jika kemudian mayoritas kesempatan yang ditawarkan kepadanya adalah film bergenre tersebut, itu hanyalah faktor kebetulan.  
   
Meski mengaku tak pilih-pilih peran, ada satu genre film yang belum pernah ia bintangi, yaitu horor. Menurutnya, ia bukannya tak mau bermain di film horor. Hanya, belum ada yang sreg di hati. “Ketika memilih film, selain melihat jalan ceritanya, saya juga mempertimbangkan siapa sutradara dan aktor atau aktris lawan main saya,” jelas wanita yang pernah mengambil kursus akting di New York Film Academy, Australia, ini.
   
Baginya, film memang bukan sekadar medium eksistensi dan aktualisasi. Sebagai aktris, ia ingin terus belajar mengembangkan potensinya. Bermain bersama dan diarahkan oleh orang-orang yang tepat merupakan salah satu caranya untuk terus mengasah kemampuan aktingnya. Itu pulalah salah satu alasannya menerima kesempatan bermain di film yang disutradarai salah satu tokoh perfilman Indonesia yang ia kagumi ini.
   
Totalitas terhadap dunia akting itu pula yang membuatnya mengambil keputusan besar, menunda kuliah. Keputusan itu tak ia sesali karena baginya  tiap jalan memiliki hikmah, keuntungan, dan konsekuensi masing-masing. Termasuk ketika ia akhirnya memutuskan untuk kuliah di Lassalle College Jakarta pada tahun 2014, meski itu berarti ia harus mengurangi kesibukannya di dunia film.

“Sejak dulu saya menyadari bahwa kuliah adalah hal yang penting. Hanya, dulu saya memilih untuk fokus membangun karier sebagai aktris dulu karena memang momennya tepat. Sekarang, saya memilih kuliah di jurusan fashion business sebagai modal untuk mengembangkan bisnis saya,” ujar penggemar film horor dan psychcological thriller ini.
   
Fokus menjalani tugas sebagai mahasiswa dan juga tanggung jawab sebagai pebisnis membuatnya tak mau memusingkan perihal percintaan dulu untuk saat ini. “Ha... ha... ha.... Hari-hari saya sedang disibukkan oleh kegiatan syuting dan membangun bisnis,” kata Pevita, yang pada tahun ini mendapat nominasi Selebriti Wanita Paling Fashionable dari SCTV Infotainment Awards. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?