Health & Diet
Perkembangan di Dunia

16 Nov 2015

Kehamilan tak direncanakan dalam sebuah keluarga masih sering terjadi di dunia. Menurut studi dari Gilda Sedgh yang berjudul Intended and Unintended Pregnancies Worldwide in 2012, terdapat 85 juta kehamilan tak diinginkan sepanjang tahun 2012, dan setengahnya terjadi di Asia.
   
Unplanned pregnancies ini justru banyak terjadi pada wanita menikah yang tidak ingin hamil namun tidak menggunakan kontrasepsi atau disebut dengan unmet. Sayangnya, sebagian besar kehamilan ini berujung pada aborsi, yang tentu saja berisiko tinggi terhadap kematian ibu dan anak.
   
Sebenarnya, kontrasepsi memberikan wanita kesempatan untuk memilih, apakah ia ingin hamil atau tidak. Bisa saja ia ingin melanjutkan pendidikan lebih dulu, dan berperan di ranah publik, sebelum akhirnya menjadi ibu. Lebih besar lagi, keluarga berencana juga membantu memperlambat peningkatan populasi, serta membantu mengurangi dampak negatif dari lajunya perkembangan ekonomi, lingkungan, dan pembangunan.

Menurut Prof. Johannes Bitzer, dari European Society of Contraception, Switzerland, data dari Persatuan Bangsa-Bangsa (2013) menunjukkan, pada tahun 1995 tingkat kehamilan tak direncanakan mencapai 69 orang dari 1.000 wanita berusia 15-44 tahun. Sedangkan pada tahun 2008, angkanya menurun 20%, menjadi 55 orang dari 1.000 wanita berusia sama.  Meski begitu, kebutuhan unmet di negara berkembang akan kontrasepsi tetap tinggi. Hal ini karena masih terdapat lebih dari setengah wanita usia produktif, sekitar 867 juta orang, yang menghindari kehamilan.

Tiap tahunnya, kontrasepsi telah mencegah terjadinya 188 juta kehamilan tak direncanakan, atau sama dengan berkurangnya 112 juta aborsi, 1,1 juta kematian bayi baru lahir, dan berkurangnya 150.000 kematian ibu.
   
Faktanya, sekitar 33 juta kehamilan tak direncanakan yang terjadi  tiap tahun  ternyata disebabkan oleh kegagalan kontrasepsi atau salahnya penggunaan kontrasepsi. Ini menunjukkan bahwa masih banyak wanita yang belum mendapatkan informasi yang cukup tentang jenis dan metode kontrasepsi yang tersedia. (f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?