Celebrity
Perjanjian Dengan Ipar

21 Jul 2015



Berjarak usia empat tahun, dua bersaudara Ririn Ekawati (33) dan Rini Yulianti (29) memiliki hubungan yang sangat dekat. Begitu dekatnya sampai tak ada lagi satu pun rahasia. Minat dan selera mereka sangat mirip. Perbedaan selera mereka hanya dalam hal pria. Saat memenuhi janji temu dengan femina di sebuah kedai kopi, masing-masing pun memesan menu sarapan yang sama: secangkir cappuccino dan seiris spinach pie.

Lulus dari ‘almamater’ yang sama tetapi berbeda ‘jurusan’ (Ririn adalah alumnus Wajah Femina dan Rini adalah alumnus Gadis Sampul), keduanya sama-sama memilih karier di dunia entertainment. Meski belum mencapai puncak ketenaran, keduanya tak punya target tertentu. Mereka mengatakan, membiarkan semua mengalir apa adanya justru menghadirkan kejutan-kejutan manis dalam hidup.

Bisnis Bareng, Traveling Bareng
Beberapa tahun silam, berbekal tabungan setelah sempat kerja di bank di Balikpapan, Ririn meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke Jakarta. Alasannya, mau sekolah. Nyatanya, setiba di Jakarta, semangat bekerjanya sedang tinggi. Ia disibukkan oleh pemotretan. Merasa tidak sanggup membagi waktu antara kuliah dan kerja, ia mengaku dengan jujur pada ibunya.

“Mama mengizinkan saya bekerja saja untuk bantu Dede sekolah. Itulah janji saya pada Mama. Mama punya mimpi anaknya bisa menggenggam gelar sarjana. Jadilah Rini yang sekolah sampai S-1,” tutur Ririn.
Lalu, mengapa Rini memutuskan terjun ke dunia entertainment juga? “Saya lihat Kakak bisa cari uang di situ. Dan dulu saya ingin bantu Kakak bayar sekolah saya. Padahal, saya dulu pemalu sekali. Berdiri pun selalu di belakang Kakak. Sewaktu ditarik Kakak untuk ikut casting iklan, saya sampai nangis-nangis karena malu,” kata Rini, malu.

“Memang dia, tuh, malunya lebay. Saat casting, di depan orang banyak matanya mulai berkaca-kaca. Saya sudah melotot sambil bilang, ‘Kamu bisa, kamu pasti bisa!’” ujar Ririn.
Casting pertama tidak berhasil, Rini tak patah arang. Dia mengikuti casting beberapa kali dan hasilnya mulai terlihat. Ia muncul di sejumlah iklan. Dan… akhirnya malah ketagihan bergelut di dunia tersebut.

Kini mereka berdua sedang seru-serunya mengurus clothing line Rin Collection yang baru berjalan dua bulan, meskipun rencana bisnis ini sudah disusun sejak lama. Mereka menjual produk lewat Instagram, sehingga memungkinkan calon konsumen belanja dari mana saja. Tak ada pembagian tugas yang jelas di antara keduanya. Siapa yang sedang tidak sibuk dengan syuting atau pemotretan, dialah yang akan mengerjakan.

Namun, berbisnis dengan orang terdekat, sedekat apa pun, selalu ada risikonya. “Memang terkadang ada beda pendapat. Tapi, segala sesuatu kami bicarakan secara terbuka, termasuk soal uang. Tidak ada rasa tidak enak hati,” kata mereka, kompak.
Rencana mereka berikutnya: membuka warung untuk ibunya. Warung Nena, namanya. Semua menu makanan sudah tersusun rapi, di antaranya soto Banjar, coto Makassar, dan ikan bakar. Saat ini mereka sedang dalam tahap penjajakan lokasi. “Inginnya di daerah perkantoran yang tidak jauh dari rumah, sehingga aksesnya mudah untuk Mama.”
Di antara berbagai kesibukan, mereka terus menjaga kedekatan, antara lain dengan traveling. Sehingga, tak mengherankan jika salah satu butir yang termasuk dalam perjanjian antara Ririn dan Michael adalah tak boleh ada larangan bagi Rini untuk traveling berdua bersama Ririn.

Michael tak keberatan. “Dia memang bukan orang yang senang melarang-larang. Saya tidak harus memberi kabar padanya  tiap saat. Dia percaya penuh pada saya. Ke mana pun saya mau pergi, boleh saja,” kata Rini, tentang suaminya yang asal Korea Selatan.
Tradisi traveling bareng paling tidak setahun sekali ini mereka mulai sejak sekitar tujuh tahun lalu, tepatnya sejak mereka masing-masing sudah bisa mencari uang sendiri. Tidak harus selalu ke destinasi yang mahal. Semua kembali lagi pada bujet. Ke mana liburan yang paling seru? ”Tokyo!” sahut mereka serempak dengan semringah.

Mereka menggemari makanan Jepang, dari   kaki lima sampai restoran. Sebelum pergi, mereka terbiasa mencari tahu resto yang menyajikan makanan paling enak dan di mana lokasi chef nomor satu. “Setelah itu kami menghitung kira-kira membutuhkan uang berapa untuk makan. Karena, untuk urusan makan, kami gila banget. Bisa dibilang, rakuslah, ha… ha… ha…. Kami juga suka dancing, jadi senang datang ke klub. Tokyo itu sangat seru, walaupun agak mahal. Tapi, itu membuat kami jadi rajin nabung,” kisah Ririn.(f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?