Health & Diet
Penyebab Ngompol pada Orang Dewasa

26 Oct 2015

Saat asyik menceritakan hal-hal lucu yang mengocok perut dan Anda tertawa terbahak-bahak, waduh, kok, mendadak tidak tahan mau berkemih dan akhirnya mengompol! Menurut dr. Harrina E. Rahardjo,SpU, Ph.D, spesialis urologi di Departemen Urologi RSCM – FKUI, mengompol atau dalam istilah medis disebut urinary incontinence adalah kondisi keluarnya urine di saat yang tidak diinginkan.

“Jadi, jangan selalu menganggap bahwa mengompol itu hanya terjadi pada anak kecil saja. Pada orang dewasa, bila urine ini keluar sebelum atau sesudah kita berada di toilet, walaupun hanya satu tetes, sudah termasuk kategori mengompol,” katanya.

Permasalahannya, sering mengompol akan mengganggu kualitas hidup penderitanya dan dapat menimbulkan infeksi saluran kemih serta ruam di kulit. Lebih dari itu, kebiasaan mengompol bisa menjadi salah satu indikator bahwa tubuh Anda perlu segera mendapatkan bantuan medis.

Pascaoperasi

Penyebab: Kasus mengompol pascaoperasi tergolong dalam jenis stress incontinence. Hal ini bisa terjadi setelah Anda menjalani operasi pengangkatan rahim, operasi daerah vagina, operasi daerah saluran kemih (uretra), menopause baik secara alami atau setelah operasi pengangkatan indung telur, operasi daerah kepala dan tulang belakang.

Solusi: Apabila Anda jadi sering mengompol setelah menjalani salah satu operasi tersebut, jangan tunggu lama. Segera berkonsultasi  ke dokter yang menangani Anda. "Dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan kemungkinan akan melakukan pemeriksakan urodinamik untuk melihat jenis mengompol apa yang diderita pasuen setelah operasi," sarannya.

Kondisi Psikologis
Penyebab: Saat sedang stres seperti menghadapi ujian atau presentasi, sering kali kita jadi bolak-balik ke toilet karena mau berkemih. Ini adalah kondisi psikologis yang  dapat menyebabkan gejala mirip seperti overactive bladder, yaitu sering kencing dan sulit menahan kencing.

Solusi: Kondisi ini masih dikatakan normal apabila ritme berkemih Anda pun kembali normal, saat pemicu stres tersebut hilang. “Namun, apabila Anda mengalami stres berkepanjangan atau selalu cemas dan khawatir, sebaiknya selain pengobatan mengompol, Anda juga melakukan konsultasi pada psikiater atau psikolog,” tutur dr. Harrina.

Keturunan
Penyebab: Keterlibatan genetis juga bisa menyebabkan timbulnya inkontinensia. Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan terapi genetis untuk memutuskan ‘warisan’ kebiasaan mengompol ini.

Solusi: Ada baiknya Anda mulai menjaga makanan dan minuman yang Anda konsumsi agar kebiasaan mengompol  tidak bertambah parah. “Salah satunya dengan menghindari minuman yang merangsang produksi urine berlebih, misalnya minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda,” sarannya. (f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?