Kurang Inisiatif
Nolan Anantyo, 37, wiraswasta
Di awal pernikahan kami, istri saya selalu bersikap pasif dan nrimo saja di tempat tidur. Tiap kali bercinta, harus saya yang berinisiatif. Sering kali, saya juga harus menuntun tangannya untuk menyentuh saya di area tubuh tertentu. Padahal, terkadang saya ingin dia memegang kendali dan mengambil posisi di atas. Tapi, karena dia seperti tidak berselera, saya juga jadi malas-malasan dan tidak terlalu antusias. Jadinya, hubungan seks kami terasa biasa saja, malah cenderung membosankan.
Kebanyakan Ngomong
Daniel S. Biantara, 30, senior advertising manager
Saat berhubungan intim, istri saya terlalu sering bertanya. Kalau begini, enak nggak? Kalau begitu, suka nggak? Geli, ya? Ini, ya? Itu, ya? Ujung-ujungnya, saya jadi gemas bercampur kesal, dan malah ilfeel. Niat istri saya sebetulnya baik, sih. Ia ingin memastikan bahwa saya menikmati acara bercinta kami. Tapi sejujurnya, saya akan lebih menikmati bercinta dalam ketenangan. Rasanya pasti lebih romantis.
Meledek Orgasme Dini
Farid Harjanto, 32, PNS
Saya dan istri memang hobi ledek-ledekan sejak masih pacaran. Tapi, harga diri saya terinjak saat ia menertawakan saya yang mencapai orgasme terlebih dulu. Seakan-akan, saya tidak mampu memberikan performance yang prima, meskipun kami sudah bercinta cukup lama. Pertama kali hal ini terjadi, saya ngambek berat dan menolak bercinta dengannya selama seminggu.
Belum Bercukur
Marco Sianturi, 33, notaris
Saya perfeksionis soal kebersihan. Saat baru punya anak, sampai anak kami berusia 3 bulan, saya dan istri tidak berhubungan intim. Kemudian, momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tapi ternyata, saking sibuknya dengan bayi, ia lupa kalau sudah beberapa hari belum mencukur bulu ketiaknya.
Saat foreplay dan menemukan hal ini, gairah saya yang tadinya membara langsung padam seketika. Akhirnya, kami tidak jadi bercinta. Sebetulnya saya merasa sangat bersalah. Tapi, kalau sudah ilfeel, mau bagaimana lagi?
Terlalu Sunyi
Rino Tedjakusuma, 29, produser acara radio
Untuk urusan bercinta, istri saya cenderung lebih malu-malu. Mungkin, karena kami baru menikah selama 7 bulan. Ia memang bukan tipe wanita yang ‘pasrah’ di tempat tidur. Tapi, ada satu hal yang terkadang membuat saya jadi patah semangat. Ia hampir tak pernah bersuara! Katanya, seperti bintang film porno saja.
Tapi masalahnya, saya kan jadi bingung, jangan-jangan dia tidak suka dengan yang saya lakukan? Padahal, kan setiap erangan dan desahannya membuat saya jadi tahu bahwa saya berhasil melakukan ‘pekerjaan’ saya dengan baik.
PRIMARITA S. SMITA


