Cek media sosial Anda. Selain perjalanan kehidupan pribadi seseorang, sering kali urusan percintaan juga terungkap lewat post-nya. “Tiap orang memang butuh pengakuan dari orang lain dan senang bercerita tentang dirinya. Itu sebabnya ketika muncul platform yang bisa memberi ruang untuk menunjukkan diri dan ada audience-nya, maka langsung digandrungi,” ujar Nukman Luthfie, seorang online strategist. Kita tak lagi sungkan untuk membagi kehidupan asmara kita ke publik. Dimulai saat jadian, orang akan mengganti relationship statusnya. Mungkin dari single diedit menjadi in relationship, engaged, atau married. Dan dimulailah hari-hari posting status sebagai pasangan, sehingga seluruh dunia pun tahu.
Menurut pengamatan Life coach & Psychotherapist Monica Sri Kumalasari, mereka yang rajin memposting kehidupan pribadinya memang lebih banyak wanita. "Pria jarang mau repot-repot memproklamirkan hal-hal yang bersifat intim di ruang publik. Biasanya, postingan pria itu seputar perbincangan politik, isu hangat aktual, atau tentang kegiatannya, bukan urusan relasi dengan kekasih atau istrinya.” Pria sepertinya lebih nyaman jika kehidupan pribadinya tak terlalu terekspos. Sebaliknya, menurut Monica, bagi kebanyakan wanita, mengabarkan pada dunia itu penting untuk peneguhan status dan memberikan rasa aman dan kepuasan psikologis mereka. (f)


