Cerebral palsy atau palsi serebral (PS) adalah gangguan perkembangan motorik atau postur (misalnya tengkurap, duduk atau berdiri) akibat kerusakan jaringan otak besar menetap yang terjadi pada usia di bawah 2 tahun. Selain gangguan tersebut, pada anak penderita PS juga sering kali diikuti gangguan medis penyerta, seperti:
• Gangguan mental: Lebih sering terjadi pada tipe spastis yang mengalami kelumpuhan pada empat ekstremitas (lengan dan tungkai kiri dan kanan). Sepertiga penderita PS mengalami gangguan mental ringan, 1/3 lainnya gangguan mental sedang sampai berat, dan sisanya normal.
• Kejang atau epilepsi: Hampir 50% penderita PS disertai kejang. Jenis epilepsi dapat bervariasi, bisa kejang di seluruh tubuh (kejang umum), atau kejang parsial (tidak seluruh tubuh).
• Gangguan penglihatan: Sebagian penderita PS mengalami juling (strabismus). Ada pula gangguan penglihatan sesisi (hemianopia), sehingga anak hanya melihat dengan baik pada pandangan lurus.
• Gangguan pendengaran: Diderita hampir 80% penderita PS. Karena itu, periksa pendengaran seperti lewat BERA (Brainstem Evoked Respons Auditory).
• Sensasi dan persepsi abnormal: Misalnya, tak bisa rasakan sensasi nyeri, kesulitan identifikasi sebuah objek dengan meraba (stereognosia). Ia baru mengenali suatu objek di tangannya jika melihat objek tersebut.
• Gangguan bicara: Umumnya disebabkan adanya gangguan pendengaran. Lebih sering didapat pada PS tipe tetraplegi.
PS terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur, dan10%-15% kasus terjadi akibat cedera lahir karena aliran darah ke otak sebelum/selama/ segera setelah bayi lahir. Bayi prematur sangat rentan terkena PS karena pembuluh darah ke otak belum berkembang sempurna, begitu juga jaringan otaknya, sehingga mudah mengalami perdarahan atau rentan terjadi kerusakan akibat kekurangan oksigen. Penting diketahui, PS ini bukan penyakit menular.
PS terbagi atas tipe kaku (spastis) dan tipe layuh (hipotoni). Gejala PS ini biasanya timbul sebelum anak berumur 2 tahun dan pada kasus yang berat, bisa muncul pada anak berumur 3 bulan.
Beberapa faktor dapat berisiko terkena PS, yaitu:
- Masa kehamilan: Terjadi infeksi dalam kandungan yang menyerang janin (misalnya ibu terkena rubella, toksoplasma, citomegalovirus (CMV), atau infeksi virus lainnya) atau terpapar radiasi berlebih.
- Masa persalinan: Rawan terjadi pada bayi yang lahir prematur, keracunan air ketuban, atau kekurangan oksigen.
- Masa setelah kelahiran: Mengalami benturan, baik saat di kandungan maupun saat sudah dilahirkan, terkena meningitis, infeksi otak, atau kejang berulang.
Untuk mengurangi risiko anak terkena PS, maka para ibu wajib tes kesehatan sebelum kehamilan dan menjalani pola hidup sehat selama kehamilan (gizi yang baik, istirahat, olahraga cukup, serta menjaga pikiran tetap positif).
Hingga kini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan PS sepenuhnya. Namun, banyak hal bisa dilakukan agar anak bisa hidup mandiri. Tiap anak penderita PS punya kondisi berbeda, sehingga pengobatan tergantung kondisi dan gejala yang dihadapi anak.
Secara umum, ini jenis terapi dan pengobatannya:
1. Fisioterapi (terapi fisik) untuk memperbaiki kekakuan otot dan mengembangkan motorik anak.
2. Terapi obat, untuk atasi kejang, mengontrol spastisitas (kekakuan otot), atau mengontrol gerakan-gerakan abnormal.
3. Terapi okupasi atau operasi, biasanya direkomendasikan bila terjadi keterbatasan otot yang berat, yang menyebabkan gangguan gerakan, terutama gerakan berjalan. Atau, operasi untuk mengurangi spastisitasnya (kekakuan otot).
4. Terapi wicara untuk memperjelas bicara anak.
5. Pemberian nutrisi yang cukup, sehingga berat badan dan lingkar kepala meningkat sesuai dengan grafik perkembangan.
6. Pengobatan stem cell untuk perbaikan tonus otot dan kepandaiannya, tapi masih dalam pengembangan.
Semua terapi itu bersifat menyeluruh, rutin dan terus-menerus dievaluasi. Terapi ini harus dilakukan sesegera mungkin agar hasilnya optimal pada anak. Selain terapi, ‘obat’ terdahsyat untuk anak dengan PS adalah kesabaran dan kegigihan dari para orang tua untuk membantu dan mengajarkan anak-anak mereka.(f)


