Selain mengompol yang diakibatkan stres, dikenal pula jenis mengompol urge incontinence. Ini adalah kondisi saat penderitanya memiliki keinginan berkemih yang kuat sekali, lalu terburu-buru ke kamar mandi karena sulit menahan kencing. Tak jarang, urine sudah keluar terlebih dahulu sebelum Anda sampai ke toilet atau sebelum membuka pakaian dalam. Gejala tersebut sering terjadi bersamaan dengan keluhan sering buang air kecil saat siang dan malam hari yang kita kenal dengan istilah beser. Kumpulan gejala tersebut di dunia medis dikenal sebagai sindrom klinis overactive bladder (OAB).
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya aktivitas otot polos kandung kemih (otot destrusor) atau kontraksi kandung kemih yang berlebihan. Penyebab kondisi ini dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, karena kelainan saraf (neurogenic). Contohnya, stroke, tumor di otak, parkinson, trauma kepala, trauma tulang belakang, kelainan anatomi tulang belakang sejak lahir, dan tumor tulang belakang.
Kedua, penyebab yang tidak bersumber dari penyakit saraf (non-neurogenic). “Hingga saat ini, penyebab OAB terbanyak adalah faktor non-neurogenic dan tidak diketahui penyebabnya. Banyak peneliti yang menghubungkan OAB dengan proses aging,” ujar dr. Harrina E. Rahardjo, SpU, Ph.D, spesialis urologi di Derpatermen Urologi RSCM
Dokter Harrina menambahkan, penyakit infeksi saluran kemih, diabetes melitus, batu kandung kemih, dan tumor di kandung kemih dapat menimbulkan gejala mirip dengan OAB. Kabar baiknya, OAB dapat diobati dengan pemberian obat antimuskarinik dan melakukan bladder training dengan bantuan dokter spesialis fisik dan rehabilitasi, serta fisioterapi. Selain itu, mengobati penyakit penyebabnya bila dapat teridentifikasi. (f)


