Celebrity
Oscar Isaac, Pribadi Semarak

22 Feb 2016

Oscar Isaac, the internet’s boyfriend and yours, kissed a woman on television tonight. Demikian kutipan yang mengantar sebuah artikel di edisi online New York Magazine. Artikel ini memancing banyak reaksi dari para penggemarnya di media sosial. “The kiss that broke 1.000 hearts,” adalah salah satu dari ribuan cuitan yang menggunakan tagar #oscarisaac di malam penghargaan itu.

    Malam itu, sebelum naik ke panggung, Oscar memang terlihat mencium mesra seorang wanita cantik. Wanita yang beruntung itu adalah Elvira Lind, seorang filmmaker, yang menjadi kekasihnya sejak lama. Ajang Golden Globes kemarin adalah debutnya membuka diri soal kehidupan asmara, yang selama ini tidak pernah diumbar.

Tidak jelas, seperti apa awal pertemuan mereka, tapi, menurut US Weekly, keduanya membangun halaman web bersama, bernama Staircase Sessions di 2013. Kebanyakan berisi tentang musik dan cerita perjalanan liburan. Setidaknya dari situ terbaca bahwa Elvira masuk dalam kaum jet set yang tidak menyukai kandidat presiden, Donald Trump. Di luar itu, Elvira memang masih misterius. Akun Instagram-nya yang hanya memiliki 337 pengikut, dibuat private.

    Sebagai seorang selebritas, Oscar sangat membumi. Ketika kebanyakan pemenang terlihat menenteng piala emas pengakuan di  tiap pengambilan foto, Oscar justru memakai kesempatan itu untuk meluapkan kebahagiaan dengan berfoto akrab bersama kolega dan teman-temannya tanpa interupsi dari kilau emas sang piala. Rendah hati, penyayang, dan pekerja keras sejati, tidak salah jika ia memenangkan hati banyak penggemar dan kolega-koleganya di industri film.

Ia juga cukup terbuka menceritakan kehidupannya sebelum masa ketenaran, termasuk masa kecilnya. Kepada Details, ia menceritakan salah satu momen blessing in disguise dalam hidupnya. Sebab, jika bukan lantaran bencana alam gempa bumi hebat yang melanda Guatemala tahun 1979, maka ia tidak akan melangkahkan kaki di Amerika Serikat!

    “Saya masih dalam kandungan ibu, ketika gempa bumi terjadi,” cerita pria yang terlahir dengan nama Oscar Isaac Hernandez. Ibunya, María Eugenia Estrada Nicolle, adalah wanita asli Guatemala. Ayahnya, Óscar Gonzalo Hernández-Cano, adalah seorang dokter spesialis paru-paru asal Cuba yang beremigrasi ke Guatemala. Begitu lahir, Oscar langsung diboyong kedua orang tuanya untuk beremigrasi ke Amerika Serikat. Meski besar dalam keluarga dengan disiplin Kristen yang ketat, Oscar mengaku bukan orang muda yang hidupnya selalu lurus.

“Itu karena saya masih makan daging,” katanya, berseloroh. Meski begitu, ia mengaku tidak mengikuti jejak teman-temannya yang mencoba-coba obat-obatan terlarang. Ia tidak melakukan seks bebas, atau minum minuman alkohol. Bahkan, alasan ini pula yang membuatnya terpaksa beranjak dari kelompok band pertamanya yang beraliran ska, Blinking Underdogs. Ia makin sedih  saat salah satu anggota band-nya meninggal akibat overdosis.

Dunia peran benar-benar ia seriusi di awal tahun 2000-an. Ketika itu, demi menggapai hasratnya, ia rela menabung uang jatah kopinya untuk mendaftarkan diri di sekolah seni peran The Julliard School, New York, yang banyak melahirkan bintang-bintang besar. Prestasi akademisnya menjulang, dan berhasil menjadi bahan obrolan lewat penampilannya di drama Macbeth di tahun-tahun terakhir kuliahnya.

Sekarang, ia memang lebih berkonstrasi ke dunia seni peran, tapi bukan berarti ia melupakan hasratnya di dunia musik. Perannya sebagai musikus folk Llewyn David, mengantarkan dirinya ke atas panggung konser, memainkan musik-musik di dalam filmnya. Tidak main-main, ia bersanding satu panggung dengan Marcus Mumford, Patti Smith, Jack White, para tokoh musik folk di Amerika Serikat.

Meski begitu, bicara soal bermain musik secara live di depan banyak penonton, Oscar mengaku masih demam panggung. “Saya seperti sedang mengekspos diri sendiri. Saya tidak sedang memerankan karakter saat bermain musik. Jadi, ini sepenuhnya adalah diri saya,” ungkapnya. Selain pengalaman ini, Oscar juga pernah membawakan lagu ciptaannya sendiri, Never Had, saat memerankan seorang musikus di film 10 Years (2011).

Jelas, Oscar Isaac adalah sosok bintang yang tengah membusurkan jejak briliannya di atas langit industri perfilman Hollywood. Namun, dengan rendah hati ia berujar bahwa kesuksesan bukan semata-mata soal memanfaatkan peluang. “Kesuksesan bicara tentang waktu yang panjang, tentang proses untuk menjadi lebih baik, lagi dan lagi,” ungkap Oscar. Perspektif inilah yang membuatnya ingat untuk tetap menjejak bumi. (f)





 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?