Banyak pasien yang menderita
gangguan depresi merasa lelah saat harus terus-menerus mengonsumsi
obat-obatan dan memilih berhenti sama sekali. Namun, hal ini tidak bisa
didiamkan, karena jika pengobatan terputus, maka gangguan depresi bisa
makin menghebat. Sejumlah pengobatan alternatif melalui kombinasi
antara akupunktur dan psikoterapi pun dirilik. Pengobatan alternatif memang banyak ditempuh penderita yang tidak menginginkan ketergantungan pada obat-obatan kimiawi. Menurut psikolog Tuti Indra Fauziansyah, pendekatan psikoterapi akan membantu penderita untuk secara konstruktif melihat masalah yang dialami. Ada berbagai metode yang dapat digunakan, antara lain psikodinamik, behavior therapy, cognitive therapy, dan sebagainya. Pilihan metode yang digunakan tergantung dari kondisi pasien. Intinya, apa pun metode yang dipakai bertujuan untuk membantu pasien memahami masalahnya, membantunya untuk menemukan solusi dan mengatasinya secara konstruktif.
Seringnya,
masalah muncul karena pasien tidak mampu melihat permasalahan secara
konstruktif. Hal ini berpengaruh pada kehidupan emosinya, dan dalam
jangka waktu panjang akan memengaruhi perilakunya. Pendekatan ini memang
lebih aman, dalam arti pasien tidak perlu mengonsumsi obat-obatan.
Hanya, jika kondisinya sudah cukup berat, bantuan obat masih diperlukan.
Namun, ada kemungkinan peran obat ini bisa digantikan dengan pendekatan
akupunktur. Ada baiknya mendatangi psikoterapis untuk mendapatkan
gambaran yang lebih jelas. (f)


