Mengawali perjalanannya di ranah hiburan sebagai seorang VJ (video jockey) MTV, industri pertelevisian memiliki tempat khusus di hati Nirina Zubir (34). Kesempatan bertemu banyak orang baru, juga suasana lokasi syuting yang selalu mampu membangkitkan keceriaannya, menjadi penyebab kerinduannya untuk kembali tampil di hadapan kamera. Kini, selain aktif sebagai pembawa acara off air dan mempersiapkan diri untuk beberapa proyek film terbaru, ia mengisi dua program televisi sekaligus di sebuah stasiun televisi swasta. Aktris yang juga pernah menjadi model videoklip ini menuturkan, keinginan untuk comeback itu muncul setelah ia sempat mundur sejenak dari ingar-bingar dunia selebritas, demi menikmati tahun-tahun pertamanya menjadi seorang ibu. “Membesarkan dua anak ternyata menjadi sebuah proses yang mendewasakan saya,” ujar Nirina, yang sebelum berkeluarga justru tak betah berlama-lama tinggal di rumah.
Setelah kembali bekerja, Nirina mendapati bahwa menekuni bidang karier lamanya sama menyenangkannya dengan mencoba peluang baru. Agar terhindar dari rasa jenuh karena menjalani sesuatu yang telah biasa dikerjakannya, ia mengaku butuh melakukan hal-hal yang belum pernah ia coba. Hal ini pula yang turut mendorong Nirina merintis bisnis kuliner bersama sang suami, berbekal resep rahasia dendeng balado istimewa dari mertua.
“Melakukan hal-hal yang baru menciptakan percikan-percikan yang menambah semangat. Percikan yang terasa itu ibarat sedang dalam masa pendekatan, bukan dengan seseorang tetapi pada sesuatu yang belum pernah dikenali dan dijalani,” ujarnya, semringah.
Walaupun senantiasa tampil periang di layar kaca, Nirina bukannya tak pernah membutuhkan mood booster untuk mencerahkan harinya. Daripada ‘lari’ ke makanan, ia memilih mendengarkan musik favoritnya. Akhir-akhir ini, Nirina mengaku gemar memutar musik berirama upbeat, yang biasa dimainkan para disc jockey. “Karena musik jenis ini lebih menekankan pada beat daripada lirik, saya bisa menikmati irama yang membangkitkan semangat, dan bukannya kata-kata bernada muram tentang patah hati,” katanya, riang.
Nirina pun mensyukuri betul bahwa pilihan kariernya didukung penuh oleh keluarga kecilnya. Baik saat ia memutuskan untuk vakum berkarier maupun ketika ia memilih melepas rindu pada pekerjaan yang menjadi passion-nya, Ernest ada di sampingnya sebagai pendukung yang paling setia. Bahkan, si kecil Zivara sudah mulai memahami aktivitas apa yang akan dijalani Nirina, saat ibundanya itu pamit pergi bekerja. “Mommy mau kerja syuting film, MC, atau apa?” ujar Nirina, menirukan kata-kata putrinya.
Sementara itu, bagi wanita yang mengawali karier aktingnya lewat film 30 Hari Mencari Cinta ini, popularitas justru bukan menjadi alasan utamanya untuk kembali berkiprah di dunia hiburan. Yang utama baginya adalah kesempatan untuk menjadikan hal-hal yang disukainya sebagai pekerjaan sehari-hari. Ia percaya, apa pun yang dijalani dengan penuh rasa tulus akan menuai hasil yang lebih berdampak.
Di mata Nirina, bekerja bersama orang-orang dengan rentang usia yang berbeda-beda dengannya membuat tiap hari menjadi kesempatan baru untuk mengecap pelajaran hidup, termasuk dalam hal merasakan dan menikmati kebahagiaan.
“Yang menentukan kebahagiaan kita adalah diri kita sendiri. Tetapi, kalau kita punya keteguhan dan prinsip bahwa ada hal-hal tertentu yang bisa membawa kebahagiaan bagi diri kita, tiap hari akan menjadi hari yang baik,” ungkapnya, bijak.
Puji Maharani


