Sebagai artis multitalenta, jadwal hidup Nikita Willy super sibuk. Apalagi ketika ia harus membintangi sinetron, yang rata-rata merupakan sinetron stripping yang sangat menyita waktu dan stamina. Belum lagi jadwal promo album, dan acara on air/off air, serta jumpa penggemar bersama para Nikilovers yang wajib dilowongkan olehnya.
Hebatnya, di tengah jadwal padat itu, Nikita masih sempat menerima tawaran pekerjaan sebagai bintang iklan. Popularitas dan wajah cantik mulusnya membuat banyak produsen berlomba-lomba meminangnya sebagai citra produk mereka. Dengan pendapatan untuk sinetron stripping yang bisa mencapai 50 juta untuk setiap episodenya, tidak heran jika media menggelarinya sebagai salah satu artis terkaya di Indonesia.
Pernah kah ia merasa lelah, bekerja begitu keras? “Saya penganut work hard play hard. Seperti sekarang ini, saya bekerja untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Kalau sudah, saya akan mengajak orang tua dan teman-teman saya untuk berlibur bersama ke luar negeri,” ungkap Nikita yang hobi jalan-jalan.
Ia juga selalu memberikan ruang bagi dirinya sendiri. Biasanya, ini adalah waktu-waktu ketika ia bisa bersantai seorang diri di kamarnya, atau melakukan perawatan salon pribadi yang khusus bertandang ke rumah untuk memanjakan dirinya. Untuk perawatan meni-pedi kuku, rambut, dan tubuh ada ahlinya sendiri-sendiri. “Buat merawat tubuh ini sangat penting, karena sebagai wanita kita harus menjaga semuanya. Dan ini membuat saya bahagia,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, setiap pagi ia juga tidak pernah lupa untuk meluangkan waktu untuk berolah raga. Minimal melakukan treadmill selama 30 menit. Setiap tiga kali seminggu, selama dua setengah jam, ia mengundang personal trainer untuk membantunya melakukan latihan agar tubuhnya tetap indah dan fit. “Sebab, kalau tubuh tidak fit, mood seharian untuk bekerja bisa rusak,” tambahnya.
Sebagai artis berpendapatan tinggi, Nikita tetap menempatkan diri sebagai seorang anak yang memercayakan pengelolaan keuangannya kepada ibunya, yang sekaligus bertindak sebagai manajernya. “Buat saya, mama adalah Ratu di rumah, sementara saya dan Winona, adik saya, adalah princess-princess-nya. Kalau ingin membeli sesuatu, saya akan minta ‘ACC’ mama dulu. Termasuk saat ingin membeli iPhone,” ungkap putri sulung dari Henry Willy dan Yora Febrine ini.
Meski begitu, ia senang telah berhasil membangun sebuah rumah megah dengan uang hasil jerih payahnya sendiri. Rumah tiga lantai dengan 8 kamar yang dilengkapi oleh kelam renang dan ruang karaoke itu berdiri di atas tanah seluas 800 meter persegi, di daerah Jatiwaringin, Jakarta Timur. “Rumah itu adalah kado untuk mama. Jadi, konsep desainnya semua saya serahkan pada mama,” ungkap Nikita, tentang rumah bergaya arsitektur Eropa itu.
Dunia bisnis hiburan yang sangat menuntut sempat membuat Nikita kewalahan dan harus mengorbankan sekolah. Ia pernah undur dari SMAN 3 Jakarta di awal 2012, dan memilih jalan home schooling milik Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi.
Ia juga sempat mengenyam kuliah selama satu semester di jurusan Business Management, sebelum memutuskan untuk berhenti karena merasa tidak menjawab kebutuhannya. “Saya tidak terlalu suka teori. Meski saat mengerjakan ujian mendapatkan nilai 100, setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi,” ungkap wanita yang selalu meraih nilai tinggi di dunia pendidikan ini.
Kini, kerinduan untuk kembali ke dunia sekolah ini begitu kuat memanggilnya. Tetapi, ia masih harus menunggu. “Karena mama dan papa sudah bercerai, saat ini saya ingin konsentrasi dulu untuk bekerja buat mama dan adik saya. Setelah itu, jika waktunya sudah lowong, saya ingin sekolah lagi,” ungkapnya. Kali ini, ia berencana mengambil kelas di sekolah culinary, mengambil jurusan Chef!
Rupanya, memasak menjadi kegiatan yang menghibur di sela-sela jadwal padatnya. Kalau sudah begini, orang-orang terdekatnyalah yang kebagian senang. Salah satunya kekasihnya, Diego. Saking cintanya, Nikita sampai harus browsing internet untuk mencari resep Boerenkool, makanan khas Belanda di musim dingin, yang sangat disukai Diego.
“Diam-diam, saya belajar membuat makanan kesukaan Diego ini dari video YouTube di internet. Niat sekali ya!” ujarnya tertawa. Namun, kerja keras diam-diamnya ini terbayar saat melihat wajah sumringah Diego dan pujiannya saat menikmati Boerenkool olahannya.
Meski bukan termasuk pria romantis, Diego berusaha membalas kemanisan kekasihnya ini dengan datang ke lokasi syuting, membawa buket mawar jumbo dengan tulisan, “I love you Nikita”. “Saya kaget saja dia bisa melakukan hal seperti itu. Sebenarnya, dengan Diego menjadi dirinya sendiri adalah hal paling romantis buat saya,” ungkap Nikita yang kini terpaksa harus melepas kangen melalui aplikasi FaceTime (sejenis Skype untuk smartphone) karena Diego sedang bermain di klub kota Palembang.
Naomi Jayalaksana


