Ernest (Ernest Prakasa) lahir dengan kulit putih dan mata sipit. Sebagai minoritas keturunan Tionghoa di antara para pribumi, pria yang akrab disapa Si Cina ini tak dapat menghindari segala diskriminasi yang ada. Berusaha memutus rantai penderitaan karena ia seorang ‘Cina’, ia bercita-cita dapat menikahi seorang pribumi. Siapa sangka, Ernest benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita bernama Meira (Lala Karmela).Film yang ditulis, disutradarai, dan diperankan oleh Ernest sendiri ini menawarkan kritik dari sudut pandang yang berbeda. Diskriminasi etnis yang sempat memanas di era Orde Baru disajikan dengan penuh canda tawa dan guyonan sederhana yang mengocok perut. Hasilnya adalah sebuah drama komedi satir yang membawa kita kembali pada masa lalu di mana segregasi etnis Tionghoa terasa sangat kental. (f)


