Menurut data keluaran kepolisian RI, selama arus mudik dan arus balik tahun 2012, setiap harinya terjadi kecelakaan dan menelan korban meninggal rata-rata 7 orang. “Penyebab utama kecelakaan yaitu faktor manusia (70-80 persen), kemudian faktor kendaraan, cuaca, dan kondisi jalan,” jelas Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Sambodo Purnomo, dalam acara Diskusi Interaktif Mudik Sehat & Aman Pilihan Keluarga Cerdas yang diselenggarakan Sequis Life pada hari Kamis (1/8).
Pemerintah telah menghimbau agar pemudik tidak menggunakan sepeda motor karena sangat rawan kecelakaan. Tetapi, jika memang terpaksa, helm, jaket berwarna terang, dan sepatu harus dikenakan. Yang terpenting, tidak membawa terlalu banyak, apalagi berboncengan melebihi kapasitas.
Anda yang berniat mudik mengendarai mobil pribadi, pastikan kondisi Anda dan kenderaan dalam keadaan prima. Baik pengendara sepeda motor maupun mobil, beristrahatlah setiap 2 jam sekali selama 15-30 menit. “Pemudik harus mengendalikan emosi, dan jangan berangkat dalam keadaan buru-buru,” ujar Sambodo.
Keamanan rumah apabila ditinggal mudik juga perlu diperhatikan. Gunakan lampu dengan timer atau meminta tolong tetangga untuk menyalakan pada malam hari dan matikan pada siang hari. Untuk sementara stop langganan koran, jangan meninggalkan barang berharga di rumah, matikan dan copot selang kompor gas, lapor pada RT/RW dan tetangga terdekat serta tinggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Pastikan seluruh pintu dalam keadaan terkunci. Selamat mudik!
Nia Ervina


