Celebrity
Modalnya Spontanitas

30 Oct 2014


Jumat sore itu, dalam balutan busana hitam dan emas serta wajah yang dipoles riasan lengkap, Sarah menyapa hangat femina. Ia baru saja selesai syuting sitcom Keluarga Masa Kini yang dibintanginya bersama Farhan. Sambil menunggu syuting berikutnya, mojang Bandung ini mengajak femina ngobrol santai di ruang tunggu studio NET TV.
    Setahun belakangan, wanita bernama lengkap Sarah Meirizka Hardiany Sechan ini punya jadwal syuting tetap tiga kali seminggu di stasiun televisi swasta tersebut. Semua berawal ketika Wishnutama Kusubandio, salah satu pendiri NET TV, mengajak Sarah menggarap acara talk show malam.
“Enaknya, ketika ditawari, konsep talk show ini sudah sejalan dengan apa yang ada di kepala saya. Ini memang talk show impian saya,” ungkap Sarah. Selain menggunakan nama sendiri, ia juga diberi kebebasan berkreasi dan menyampaikan ide-ide proses kreatif. Meskipun tetap ada batasan yang harus ia perhatikan, seperti santun dan tidak mengolok-olok tamunya.
Hasilnya tayangan talk show yang segar dan berkesan spontan. Spontanitas seperti ini diakui Sarah menjadi modal utamanya menghangatkan panggung sekaligus menjauhkan penonton dari kejenuhan karena acara talkshownya tayang setiap hari.
Wanita yang gemar tampil berambut pendek ini pun ingin acaranya yang tiap pukul tujuh malam itu bisa menghibur sekaligus menghilangkan penat orang-orang setelah seharian beraktivitas. "Tapi, meski ringan, wanita yang gemar tampil berambut pendek ini juga ingin talk show-nya memberi inspirasi bagi penontonnya," ungkapnya.
Tapi sebagai host, Sarah tak ingin mencuri pusat perhatian penonton. Baginya, tamu yang datang ke acaranya inilah yang menjadi bintang acaranya. "Tamu yang datang dari berbagai kalangan mulai dari public figure, politikus, hingga orang biasa. Tapi mereka punya sesuatu yang bisa menginspirasi penonton dengan cara yang berbeda-beda," ungkap Sarah.
Inilah yang menjadi tantangan terbesarnya. Ia harus bisa mengendalikan diri dan tidak malah sibuk tampil atau lucu sendiri. Menurutnya, bercanda memang harus bisa direm, jangan sampai kebablasan.
Membawakan talk show yang tayang  tiap hari, Sarah harus selalu up to date dengan informasi terkini. Padahal, ia mengaku bukan orang yang senang mengikuti tren. Karena itulah, meski kerap tampil spontan, Sarah tetap tak boleh ketinggalan meng-update banyak informasi seputar tren atau berita apa yang akan mereka angkat. “Apa pun yang menjadi pembicaraan saat ini biasanya saya cari tahu dulu, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda,” jelas Sarah.
Meski penampilannya di Sarah Sechan kerap diidentikkan dengan Ellen, Sarah mengaku wanita komedian asal Amerika Serikat itu bukan idolanya. Ia justru sangat terpesona oleh sosok Oprah Winfrey yang menurutnya memiliki sentuhan humanis di acaranya. Oprah pun menginspirasi wanita yang memulai kariernya sebagai VJ MTV ini untuk berbuat hal serupa di acara talk show-nya.
Menurut Sarah, apa yang dilakukan Oprah ini bukan perkara mudah. “Pengalaman hidup saya kan yang lurus-lurus saja, pasti enggak ada nilai jualnyalah,” ujar Sarah, santai. Itu sebabnya, Sarah ingin sisi humanis ini tampil dalam diri tiap bintang tamu yang hadir di acaranya.
Misalnya saja, ketika Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, atau Ahok, tampil di sini, Sarah tidak banyak bertanya seputar politik atau pekerjaannya. “Saya justru penasaran, di balik sosoknya yang pemberani itu, apa, sih, yang paling ia takuti saat masih kecil? Eh, ternyata takutnya sama cecak. Ha…ha…ha…,” ungkap Sarah, tertawa.
Memang, daripada menggali atau berpura-pura mengerti tentang hal-hal berat seperti politik, hukum, atau ekonomi, Sarah   lebih memilih ngobrol dan menjadi teman bintang tamunya.
“Saya memang perlu tahu berita-berita politik, ekonomi, atau sosial lainnya, tapi saya kan tidak perlu menjadi politikus. Saya hanyalah seorang anak dan seorang ibu,” papar Sarah. Jadi, di talk show ini  ia merasa tak perlu ingin ‘tampil’ sendiri. Yang ia utamakan adalah bagaimana para tamu inspiratif yang diundangnya ini bisa sharing dan menginspirasi penonton.
“Makanya, siapa pun bisa tampil di sini. Jadi, jangan heran, ya, kalau next time ada penjual gorengan atau bahkan koruptor hadir saya wawancara,” ungkap Sarah, tertawa. Tapi, ada satu hal yang paling ia tak akan lakukan, yaitu jika diminta untuk wawancara anak semata wayangnya, Rajata Sachrian Hakim (10).(FAUNDA LISWIJAYANTI)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?