Celebrity
Mimpi Raisa Adila

14 Mar 2012

Tubuh semampainya melenggak-lenggok penuh percaya diri di atas panggung. Aura bintang yang terpancar dari wajahnya mencuri perhatian para juri  malam itu. Namanya disebutkan dengan lantang. Ia dinobatkan menjadi Pemenang II Wajah Femina 2012. Dengan memiliki selempang kemenangan, Raisa sedang memasuki dunia baru yang diimpikannya sejak lama. Pintu ke dunia modeling terbuka lebar untuknya.

“Saya tak pernah menyangka bisa sampai sejauh ini. Saat pertama kali mengisi formulir, saya sempat ragu apakah saya mampu bersaing di sini atau tidak. Tetapi, Mama selalu menyemangati. Yang membuat saya tetap maju saat itu adalah, saya teringat sebuah qoute yang pernah saya baca: “If you're want thing so bad and you're heart tell it's right. Go for it no second though, whatsoever.”

Wajar saja jika Raisa sempat krisis percaya diri. Ini untuk pertama kalinya ia mengikuti ajang pemilihan model. Ia pun nyaris tanpa pengalaman di dunia modeling. Namun, undangan untuk datang ke Gedung Femina, membangkitkan kembali rasa percaya dirinya.

“Waktu itu saya ditelepon untuk datang. Katanya akan ada proses seleksi finalis. Tak disangka, sampai di sana semua semifinalis yang diundang datang, dinyatakan sebagai 20 finalis Wajah Femina 2011. Saat itu rasanya tidak keruan.  Kaget, sekaligus  senang,” ungkapnya.

Raisa mengaku sudah mengenal Wajah Femina sejak kecil. Sang bunda, yang rajin membaca femina, yang memperkenalkannya. Melihat banyaknya alumni yang berprestasi, Raisa makin tertarik pada ajang pemilihan ini.

“Kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Lihat saja, alumninya banyak yang berprestasi. Dari sini saya yakin, saya akan mendapat banyak pengalaman, ilmu, dan teman-teman baru. Setelah merasakan sendiri, Wajah Femina bukan sekadar ajang berkompetisi. Banyak pembelajaran yang saya terima dari orang-orang hebat. Saya merasa sedang berada di gudang ilmu,” kata Raisa, yang mengagumi Nadya Mulya, Pemenang II Wajah Femina 2001.

Ada hal yang menorehkan kenangan manis untuknya selama mengikuti karantina. Raisa yang tidak pernah belajar akting, baru mengetahui kalau dirinya bisa akting, setelah mengikuti kelas akting yang dipimpin oleh aktor senior, Didi Petet. Tak disangka, Didi memberi tanggapan positf. “Saya suka akting kamu, emosinya dapat,” ujar Raisa, menirukan ucapan Didi. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?