Kita memang tidak bisa memilih rekan kerja sesuai keinginan. Mau tak mau, pasti ada saja sosok yang menyebalkan, termasuk tipe defensif. Jika Anda merasa sudah melakukan langkah-langkah seperti anggap kritik sebagai obat, hindari sikap reaktif dan lainnya, tetapi si defensif tak kunjung menunjukkan perubahan yang lebih baik, mungkin sudah saatnya Anda ‘menyerah’.
Meski begitu, ini bukan berarti Anda harus menjauh atau memperlakukan dirinya berbeda dari rekan kerja lain. Tetap hargai dia, dan tidak perlu berusaha keras mengambil hatinya saat dia bersikap defensif. Jangan biarkan rasa kesal kepadanya menguasai Anda.
Cobalah tetap fokus pada pekerjaan dan target Anda sendiri. Selama perilakunya tak merugikan atau menghambat kinerja, Anda tak perlu memusingkan sikapnya itu. Yang penting, kita juga harus tahu diri dan bisa mengukur situasi. Terutama dalam kondisi banyak tekanan, sebaiknya tidak perlu mencari-cari masalah dengan si defensif. Lebih baik, hindari dia agar kita tidak terpancing dan ikut-ikutan emosi.


