Hubungan Anda berdua tidak banyak diekspos media. Bertemu di mana?Biasa saja sebenarnya, enggak sembunyi-sembunyi juga. Pada tahun 2011 Fachri tiba-tiba datang ke tempat syuting Sampai Ujung Dunia dan mengajak kenalan. Setelah pendekatan sekitar empat bulan kami ‘jadian’. Momen paling romantis adalah awal tahun ini, waktu dia melamar saya sambil berlutut di sebuah bukit di Los Angeles dengan latar belakang lampu-lampu kota di kejauhan.
Bagaimana bulan pertama sebagai istri?
Berat badan saya naik dua kilo, nih. Soalnya kami sama-sama suka makan. Tapi, kami belum sempat bulan madu. Sekarang kami sibuk pindahan ke rumah baru. Barang-barang belum selesai dirapikan.
Bagaimana dengan karier Anda?
Pemotretan fashion masih berjalan seperti biasa. Tapi, berhubung masih berusaha menyesuaikan diri, untuk sementara saya belum bisa mengambil pekerjaan yang butuh lembur berhari-hari, seperti terlibat dalam fashion week atau main film.
Ada penyesuaian yang sulit?
Soal makanan. Fachri suka makanan yang banyak bumbu, sementara saya tidak. Kalau soal keluarga, tidak ada masalah karena sama-sama Jawa. Saya sudah lumayan akrab dengan keluarga Fachri.
Pernah melakukan diet atau detoks?
Sebelum nikah saya sempat diet mengurangi makan nasi, tapi selain itu saya belum pernah mencoba detoks tubuh.
Kalau detoks rumah?
Tiap enam bulan sekali saya 'detoks' kosmetik, memilah mana yang sudah tak terpakai. Yang juga rutin saya lakukan tiap akhir tahun adalah 'detoks' lemari. Baju, sepatu, dan tas yang jarang dipakai, saya titipkan ke saudara untuk dijual secara online atau diberikan kepada teman yang mau.
Nuri Fajriati


