Kehamilan yang dinanti belum juga tiba? Saran dr. Cepi Teguh Pramayadi, SPOG, MARS bisa Anda pertimbangkan.- Usahakan berat badan ideal. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang overweight cenderung mengalami masalah pada kesuburannya. Wanita yang terlalu kurus juga tidak mampu memproduksi estrogen dalam jumlah yang cukup sehingga memengaruhi keseburannya.
- Menambah porsi protein nabati. Mengurangi konsumsi sumber protein hewani seperti daging sapi, daging kambing, dan daging ayam dengan sumber protein yang lain khususnya dari nabati seperti kacang-kacangan dan polong-polongan. Ketika mengonsumsi 5% protein nabati dari total kalori yang Anda konsumsi, maka risiko infertilitas akan menurun lebih dari 50%.
- Lengkapi dengan vitamin dan mineral. Beberapa jenis vitamin seperti vitamin C dan E, dan jenis mineral seperti zinc dan asam folat sangat bermanfaat untuk meningkatkan fertilitas. Kerang, kepiting, telur merupakan sumber zinc yang bagus. Penelitian menyebutkan bahwa konsumsi 15 mg zinc per hari mampu meningkatkan produksi sperma dan meningkatkan ovulasi pada wanita. Selain itu, selama kehamilan zinc juga sangat bermanfaat dalam perkembangan janin.
- Tinggalkan rokok, alkohol, dan narkoba. Kualitas sperma laki-laki dapat menurun dengan pola hidup yang salah seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang.
- Cukup cairan. Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup mampu membantu proses pembuahan.
- Kurangi asupan kafein. Mengurangi asupan kafein, baik dari kopi, teh, soft drink, serta sumber kafein lainnya akan bermanfaat saat masa pembuahan sehingga mencegah terjadinya keguguran. Hal tersebut karena kafein mampu melewati plasenta sehingga dapat memengaruhi perkembangan fetus. Efek fatalnya adalah terjadinya keguguran. Penelitian oleh Yale University School of Medicine menyebutkan bahwa risiko penurunan fertilitas lebih tinggi pada wanita yang mengonsumsi lebih dari 3 gelas kopi tiap hari. Di(f)


