Home Interior
Memilih Kain untuk Interior

23 Oct 2015

Kain bisa dibilang adalah material yang penerapannya cukup dominan dalam interior. Dari kain pelapis sofa, karpet, gorden, cushion cover (sarung bantal sofa), headboard (sandaran pada tempat tidur), dan masih banyak lainnya.

Beda jenis kain, beda pula karakteristiknya. Karakteristik dari kain tersebut akan berpengaruh pada kenyamanan yang diciptakan. Tidak ada kriteria tertentu yang membedakan kain mana untuk upholstery dan kain mana untuk benda lainnya.

Katun.
Merupakan jenis kain yang paling umum digunakan sebagai kain pelapis pada interior. Selain karena harganya murah, katun juga cocok diaplikasikan pada furnitur ataupun aksesori interior karena mudah disablon untuk mendapatkan corak yang diinginkan. Permukaannya halus dengan serat yang sedikit terlihat dan tidak berbulu. Tampilannya sederhana, sehingga cocok untuk tema natural ataupun country.

Linen.
Berbahan dasar serat tumbuhan lenan membuat kain linen punya tekstur kering yang cukup khas dan menonjol, namun tetap lembut saat diraba. Warna asli linen adalah warna gading dan keabuan yang alami  cantik, meskipun tidak ditambahkan warna buatan. Namun, ini tak menutup kemungkinan bagi Anda untuk mewarnainya sesuai selera, karena linen mudah diwarnai dengan pewarna tekstil, mudah dilipat, juga sejuk ketika bersentuhan dengan kulit manusia. Tak mengherankan, linen sering digunakan sebagai taplak meja, sarung bantal, seprai, dan kain pelapis sofa. Tampilannya yang terkesan lawas cocok untuk diterapkan pada interior bergaya vintage ataupun shabby chic.

Sutra.
Serat alami yang lembut jadi keunggulan utama kain ini. Seratnya berkilau sehingga tampilannya cukup mewah. Konsep interior seperti klasik, elegan, ataupun romantic akan cocok dengan keanggunan sutra. Pada kondisi udara panas, sutra tetap nyaman bersentuhan dengan kulit. Sedangkan pada kondisi udara dingin, sutra dapat menjaga hawa hangat. Sutra sering digunakan pada furnitur kamar tidur, seperti seprai, headboard, ataupun tirai jendela. Sutra membutuhkan perhatian khusus saat membersihkannya karena cenderung tipis. Harganya yang terbilang mahal juga membuat sebagian orang lebih memilih rayon karena karakteristiknya yang mirip.

Wol.
Wol dari bulu domba memiliki kerutan yang alami, sehingga kainnya begitu lembut dan hangat. Karena itu, wol sering kali dijadikan sebagai bahan selimut. Kini wol sering digunakan sebagai kain sarung bantalan sofa karena ciri lembutnya dapat menambah kenyamanan sofa itu sendiri. Karakter hangatnya juga menjadikan wol sebagai alternatif bahan yang cocok untuk dijadikan karpet, menutupi permukaan lantai yang dingin. Penerapan wol tidak dianjurkan pada ruangan yang penggunanya menderita alergi debu.

Chenille.
Kain yang satu ini memiliki tekstur seperti kain rajutan. Seratnya rapat dan kuat, sehingga cocok untuk dijadikan upholstery (kain pelapis sofa dan kursi). Meskipun ditimpa oleh benda atau furnitur tertentu dalam waktu lama, kain ini tidak akan meninggalkan bekas tindih pada permukaannya. Namun, karena sifatnya yang cukup rentan terhadap air, ada baiknya chenille tidak diterapkan pada area makan. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?